Doran Corporate – Baterai menjadi salah satu komponen penting yang perlu dirawat agar drone DJI dapat terbang dengan aman dan optimal. Kondisi baterai juga berpengaruh terhadap durasi penerbangan serta kestabilan daya selama drone digunakan. Karena itu, kebiasaan dalam mengisi daya, menggunakan, dan menyimpan baterai perlu diperhatikan agar tidak cepat mengalami penurunan performa. Selengkapnya, simak cara merawat baterai drone DJI berikut ini.
Cara Merawat Baterai DJI
Baterai drone DJI perlu dirawat dengan tepat agar tetap awet, aman, dan dapat mendukung durasi penerbangan secara optimal. Selengkapnya, simak cara merawat baterai drone DJI berikut ini.
1. Simpan Baterai pada Level Daya yang Sesuai
Baterai drone tidak harus selalu disimpan dalam kondisi penuh. Jika baterai tidak akan digunakan dalam waktu cukup lama, menyimpannya terus-menerus pada kapasitas penuh bukan pilihan yang ideal. Sebaliknya, baterai yang dibiarkan dalam kondisi sangat rendah dalam waktu lama juga berisiko mengalami over-discharge.
Untuk Intelligent Flight Battery DJI yang tidak digunakan lebih dari 10 hari, DJI merekomendasikan penyimpanan pada kapasitas sekitar 40 sampai 65 persen. Baterai kemudian sebaiknya ditempatkan di area yang sejuk dan kering. Hal ini membantu menjaga aktivitas baterai sekaligus mengurangi risiko kerusakan akibat penyimpanan dalam kondisi daya terlalu rendah.
2. Jangan Langsung Mengisi Baterai Setelah Terbang
Setelah drone selesai digunakan, temperatur baterai biasanya meningkat karena baterai bekerja memasok daya selama penerbangan. Karena itu, hindari kebiasaan langsung memasang baterai ke charger sesaat setelah drone mendarat.
DJI menyarankan pengguna menunggu hingga baterai benar-benar dingin sebelum melakukan pengisian. Mengisi Intelligent Flight Battery ketika kondisinya masih panas dapat menyebabkan kerusakan. Apabila baterai terasa sangat panas setelah penerbangan, letakkan terlebih dahulu di area dengan sirkulasi udara yang baik hingga suhunya turun.
Baca juga: Regulasi Drone Delivery di Dunia dan Indonesia yang Perlu Anda Ketahui

3. Gunakan Charger yang Sesuai
Perawatan baterai juga perlu memperhatikan perangkat yang digunakan untuk mengisi daya. Gunakan charger, kabel, atau charging hub yang kompatibel dan direkomendasikan untuk tipe baterai drone yang digunakan. Hindari menggunakan perangkat pengisian yang spesifikasinya tidak sesuai hanya karena konektornya dapat dipasangkan.
Pada baterai DJI, sistem pengisian juga dapat memberikan peringatan ketika temperatur atau tegangan berada dalam kondisi yang tidak sesuai. DJI menyarankan penggunaan charger dan kabel standar yang sesuai apabila muncul masalah saat proses pengisian.
4. Hindari Menyimpan Baterai di Tempat Panas
Temperatur tinggi menjadi salah satu kondisi yang perlu dihindari ketika menyimpan baterai drone. Baterai sebaiknya diletakkan di tempat yang sejuk, kering, serta memiliki sirkulasi udara yang baik. DJI dalam panduan perawatan Intelligent Flight Battery merekomendasikan lingkungan penyimpanan yang sejuk dan kering, dengan kisaran ideal sekitar 22 sampai 28 derajat Celsius untuk panduan baterai kamera drone secara umum.
Namun, spesifikasi penyimpanan dapat berbeda antarseri, sehingga tetap periksa panduan baterai yang digunakan. Hindari pula meninggalkan baterai di dalam kendaraan yang terparkir di bawah sinar matahari atau menempatkannya berdekatan dengan sumber panas. Temperatur di dalam kendaraan dapat meningkat dengan cepat dan memberikan paparan panas berlebih pada baterai.
5. Periksa Kondisi Baterai Sebelum Terbang
Sebelum melakukan penerbangan, jangan hanya melihat persentase daya yang tersisa. Periksa juga kondisi fisik baterai. Pastikan tidak terdapat pembengkakan, retakan, kebocoran, perubahan bentuk, atau kerusakan pada bagian konektor. Untuk drone DJI yang kompatibel, pengguna juga dapat membuka Battery Info melalui aplikasi DJI.
Pada DJI Fly, misalnya, informasi baterai dapat ditemukan melalui menu Safety dan Battery Info. Informasi yang tersedia dapat digunakan sebagai salah satu acuan untuk melihat kondisi baterai, termasuk tegangan dan jumlah siklus penggunaan. Jika aplikasi memberikan peringatan terkait baterai, sebaiknya jangan mengabaikannya. Lakukan pemeriksaan terlebih dahulu sebelum drone kembali diterbangkan.
6. Jangan Gunakan Baterai yang Menggembung atau Rusak
Baterai yang mengalami perubahan bentuk atau kerusakan fisik tidak sebaiknya dipaksakan untuk tetap digunakan. Beberapa tanda yang perlu diperhatikan antara lain baterai menggembung, retak, bocor, mengalami kerusakan setelah benturan, atau menunjukkan kondisi abnormal. DJI secara khusus menyatakan bahwa baterai yang menggembung atau retak tidak boleh digunakan.
Jika kondisi tersebut ditemukan pada Intelligent Flight Battery, hentikan penggunaannya dan lakukan pemeriksaan melalui DJI Support atau layanan yang berwenang. Mengganti baterai yang sudah tidak layak digunakan jauh lebih aman daripada mengambil risiko ketika drone sedang berada di udara.
Baca juga: Apa Itu Drone Jamming: Teknologi Anti-Drone untuk Keamanan Wilayah Udara

7. Lakukan Pemeriksaan Baterai Secara Berkala
Baterai yang jarang digunakan tetap memerlukan pengecekan. Jangan menyimpan baterai selama berbulan-bulan tanpa pernah melihat kembali kondisi daya maupun fisiknya karena baterai tetap dapat kehilangan energi ketika disimpan.
Dalam panduan Battery Routine Maintenance Guide untuk camera drones, DJI merekomendasikan proses pengisian dan pengosongan baterai secara berkala, sekitar sekali setiap tiga bulan, untuk baterai yang disimpan dalam jangka panjang. DJI juga memberikan prosedur khusus mengenai proses tersebut.
Namun, metode perawatan dapat berbeda tergantung model Intelligent Flight Battery. Karena itu, panduan khusus untuk seri drone yang digunakan tetap menjadi acuan utama dibanding menerapkan satu metode yang sama untuk seluruh baterai DJI.
8. Jaga Baterai Tetap Kering
Air dan kelembapan perlu dihindari ketika menggunakan maupun menyimpan baterai drone. Setelah penerbangan di lingkungan berdebu, periksa bagian luar baterai dan konektornya. Kotoran yang menempel dapat dibersihkan secara hati-hati menggunakan kain bersih dan kering. Khusus baterai DJI, hindari membiarkan baterai bersentuhan dengan cairan atau terendam air.
DJI juga tidak menyarankan perangkat langsung dinyalakan setelah jatuh ke air. Apabila baterai terkena cairan atau menunjukkan kondisi abnormal setelahnya, hentikan penggunaan dan lakukan pemeriksaan lebih lanjut sebelum menggunakannya kembali. Hindari pula menggunakan sumber panas berlebih untuk mempercepat proses pengeringan baterai.
9. Simpan Baterai Secara Terpisah untuk Penyimpanan Lama
Jika drone tidak akan digunakan dalam waktu cukup lama, baterai sebaiknya dilepas dan disimpan dengan baik. DJI juga menyarankan baterai disimpan secara terpisah di tempat yang sejuk dan kering dalam panduan perawatan baterai pada kondisi cuaca panas. Pastikan area penyimpanan memiliki kondisi yang stabil, tidak lembap, dan baterai tidak tertindih benda berat.
Jauhkan pula baterai dari jangkauan anak-anak serta lokasi yang memiliki risiko terkena cairan atau sumber panas. Bagi perusahaan yang mengoperasikan beberapa unit drone sekaligus, penyimpanan baterai secara terorganisir juga akan mempermudah pemantauan kondisi masing-masing baterai sebelum digunakan kembali.
10. Perhatikan Temperatur Saat Drone Digunakan
Cara merawat baterai drone DJI tidak hanya berkaitan dengan penyimpanan dan pengisian daya. Temperatur selama pengoperasian juga perlu diperhatikan karena setiap baterai memiliki rentang temperatur kerja yang telah ditentukan oleh produsen. Kondisi terlalu dingin dapat memengaruhi kemampuan baterai menghasilkan daya, sedangkan temperatur berlebih perlu diwaspadai selama penerbangan.
DJI menyarankan pengguna memperhatikan temperatur baterai ketika menerbangkan drone dalam kondisi panas dan segera melakukan Return to Home apabila baterai mengalami overheating. Rentang temperatur operasi dapat berbeda antara satu model DJI dengan model lainnya. Karena itu, selalu periksa spesifikasi Intelligent Flight Battery dan buku panduan drone sebelum mengoperasikannya di lingkungan dengan temperatur ekstrem.
Baca juga: Cara Drone Mendeteksi Kebocoran Gas Metana: Teknologi Inspeksi yang Lebih Aman
Penutup
Sebagai bagian penting dari drone, baterai perlu mendapatkan perawatan yang tepat agar tetap aman dan memiliki masa pakai yang lebih panjang. Dengan memperhatikan cara penggunaan, pengisian daya, penyimpanan, hingga kondisi baterai sebelum terbang, Anda dapat membantu menjaga performa drone tetap optimal.
Jika Anda sedang mencari drone DJI untuk kebutuhan profesional maupun operasional bisnis, Doran Corporate siap membantu menyediakan produk yang sesuai kebutuhan Anda. Hubungi CS Doran Corporate melalui WhatsApp untuk mendapatkan informasi dan pemesanan drone DJI.

