• Home
  • Blog
  • Sudah Canggih! Ini Perbedaan Pertanian Modern dan Tradisional

Sudah Canggih! Ini Perbedaan Pertanian Modern dan Tradisional

Perbedaan pertanian modern dan tradisional

Doran Corporate – Pertanian adalah salah satu sektor yang terus mengalami perkembangan, terlebih saat ini banyak teknologi pertanian yang sudah dipakai. Itulah yang menyebabkan aktivitas pertanian saat ini mengalami perubahan dari metode tradisional. Oleh karena itu, berikut ini kami akan mengulas beberapa perbedaan pertanian modern dan tradisional. Untuk lebih jelasnya, simak terus artikel berikut! 

Pengertian Pertanian Modern dan Tradisional

Perbedaan pertanian modern dan tradisional
Sc: LinkedIn

Secara umum, pertanian modern memiliki sistem pertanian yang lebih maju dari pertanian tradisional baik dari segi teknologi hingga pengendalian hama. Pertanian modern biasanya memakai teknologi canggih yang berguna untuk menjaga kelestarian ekosistem dalam jangka panjang. Selain itu, sistem ini juga menguntungkan secara sosial ekonomi dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi petani.

Sementara itu, pertanian tradisional adalah sistem pertanian yang bergantung pada alam dan mengikuti pola musim yang ada. Dalam pertanian tradisional, Anda akan lebih sering menggunakan cara yang sudah digunakan dari generasi sebelumnya. Selain itu, aktivitas pada pertanian tradisional juga lebih menekankan cara alami dan biasanya tidak menggunakan teknologi canggih dalam proses budidayanya. 

Baca juga: 7 Rekomendasi Drone Sprayer Terbaik 2024

Perbedaan Pertanian Modern dan Tradisional

Perbedaan pertanian modern dan tradisional
Sc: Agrarian Trust

Perbedaan pertanian modern dan tradisional biasanya terlihat pada tingkat pemanfaatan teknologi dan efektivitas dalam pengelolaan sumber daya serta hasil pertanian. Untuk lebih jelas, simak perbedaannya berikut ini! 

1. Teknologi

Perbedaan pertanian modern dan tradisional yang pertama adalah penggunaan alat dan teknologi. Pada pertanian tradisional, biasanya petani mengandalkan alat-alat sederhana seperti sabit, cangkul, dan hewan seperti kerbau untuk membajak sawah. Selain itu, semua aktivitas pertanian seperti menanam hingga panen juga masih dilakukan secara manual oleh tenaga manusia. 

Sebaliknya, pertanian modern sudah menggunakan teknologi canggih untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas petani. Sebagai contoh, Anda pasti sering melihat traktor sebagai pengganti kerbau yang digunakan untuk membajak sawah. Selain itu, petani modern saat ini juga sudah banyak yang memanfaatkan drone untuk memonitor tanaman, pemetaan lahan, bahkan menyemprotkan pestisida.

2. Konsep Pertanian

Perbedaan pertanian modern dan tradisional
Sc: WGCU

Salah satu perbedaan yang mencolok lainnya adalah konsep pertanian yang dijalankan. Pada pertanian tradisional, konsep yang dijalankan masih cenderung menggunakan metode pertanian non-organik atau pupuk kimia dan pestisida sintetis. Meskipun dapat meningkatkan hasil panen dalam waktu yang cepat. Penggunaan bahan non-organik bisa berdampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan tanah dalam jangka panjang.

Sementara itu pada pertanian modern lebih banyak menggunakan bahan organik yang mengutamakan bahan alami dan teknik yang ramah lingkungan untuk menjaga kesuburan tanah dan kesehatan ekosistem. Selain itu, saat ini juga sudah banyak petani yang beralih ke penggunaan bahan organik untuk hasil produksi yang lebih maksimal. 

Baca juga: 7 Alat Semprot Pertanian untuk Efisiensi Pertanian Modern

3. Ketahanan Hasil

Selanjutnya terletak pada hasil produksinya. Dalam pertanian tradisional, ketahanan hasil produksi cenderung berlangsung dalam jangka pendek. Hal ini disebabkan karena metode yang digunakan seringkali mengakibatkan kerusakan lahan. Tanpa adanya teknologi yang memadai, lahan pertanian menjadi kurang subur dan pertumbuhan tanaman tidak optimal hingga akhirnya mengurangi ketahanan hasil panen.

Sedangkan dalam pertanian modern, ketahanan hasil produksi dapat berlangsung dalam waktu yang lama. Dengan memanfaatkan teknologi canggih, Anda dapat mengoptimalkan penggunaan lahan dan sumber daya. Teknologi ini mencakup penggunaan sensor tanah, drone survey, dan sistem irigasi pintar yang berperan dalam mencegah kerusakan lahan dan menjaga kesuburan tanah. 

4. Biaya Pertanian

Perbedaan pertanian modern dan tradisional
Sc: Shutterstock

Perbedaan pertanian modern dan tradisional yang terakhir adalah biaya produksi yang dibutuhkan. Dalam pertanian tradisional, modal yang diperlukan biasanya lebih sedikit karena tidak melibatkan penggunaan teknologi canggih. Anda mungkin hanya memerlukan alat sederhana dan tenaga kerja manusia untuk mengelola lahan dan tanaman. Adapun, biaya yang dikeluarkan lebih terfokus pada pembelian bibit, pupuk alami, dan tenaga kerja.

Sebaliknya, pertanian modern menuntut Anda untuk berinvestasi pada teknologi canggih seperti traktor, alat pemanen otomatis, drone, dan sistem irigasi modern. Meskipun biayanya lebih tinggi, penggunaan teknologi tersebut justru bisa meningkatkan efisiensi dan produktivitas secara signifikan. Sehingga Anda dapat menghemat waktu dan tenaga untuk memperoleh hasil yang lebih optimal di masa mendatang.

Baca juga: Apa Itu Drone Sprayer dan Bagaimana Cara Kerjanya?

Penutup

Perubahan sektor pertanian dari metode tradisional ke modern memang membawa banyak manfaat seperti aktivitas pertanian yang lebih efektif dan efisien. Selain itu, Anda juga bisa menggunakan DJI Agriculture dari dari Doran Corporate sebagai solusi terbaik bagi Anda yang ingin mengoptimalkan aktivitas pertanian seperti memonitor tanaman, pemetaan lahan, dan menyemprotkan pestisida.

Artikel Terkait:

June 25, 2024

June 19, 2024

June 10, 2024

May 31, 2024

May 29, 2024

May 27, 2024