Doran Corporate – Memilih antara MacBook Neo dan MacBook Air M1 di 2026 jadi hal yang menarik, terutama bagi Anda yang mencari laptop Apple dengan harga lebih terjangkau. MacBook Neo hadir sebagai opsi entry-level baru, sementara MacBook Air M1 masih dikenal punya performa yang sangat worth it hingga sekarang. Lalu, bagaimana perbandingan spesifikasi MacBook Neo vs MacBook Air M1? Selengkapnya di bawah ini.
Spesifikasi MacBook Neo vs MacBook Air M1
|
Spesifikasi
|
MacBook Neo |
MacBook Air M1
|
| Chipset | Apple A18 Pro, 6-core CPU, 5-core GPU, 16-core Neural Engine |
Apple M1, 8-core CPU, 7/8-core GPU, 16-core Neural Engine
|
| RAM | 8GB unified memory |
8GB unified memory, bisa upgrade hingga 16GB
|
| Storage | 256GB / 512GB SSD |
256GB SSD, bisa upgrade hingga 512GB / 1TB / 2TB
|
| Layar | 13 inci Liquid Retina, 2408 x 1506, 500 nits, sRGB |
13,3 inci Retina, 2560 x 1600, 400 nits, Wide Color P3, True Tone
|
| Baterai | Hingga 16 jam video streaming, 11 jam web browsing |
Hingga 18 jam video playback, 15 jam web browsing
|
| Charger | 20W USB-C Power Adapter |
30W USB-C Power Adapter
|
| Port | 1x USB 3 USB-C + 1x USB 2 USB-C, tanpa Thunderbolt |
2x Thunderbolt / USB 4
|
| External Display | 1 monitor hingga 4K 60Hz |
1 monitor hingga 6K 60Hz
|
| Keyboard | Magic Keyboard, Touch ID hanya di varian 512GB |
Backlit Magic Keyboard, Touch ID di semua varian
|
| Trackpad | Multi-Touch trackpad klik fisik |
Force Touch trackpad
|
| Kamera | 1080p FaceTime HD camera |
720p FaceTime HD camera
|
| Audio | Dual speaker, dual mic, Spatial Audio |
Stereo speaker, Dolby Atmos, three-mic array
|
| Konektivitas | Wi-Fi 6E, Bluetooth 6 |
Wi-Fi 6, Bluetooth 5.0
|
| Bobot | 1,23 kg | 1,29 kg |
Baca juga: MacBook Neo vs iPad Air M4 2026: Mana yang Lebih Worth It di Harga Rp9 Jutaan?

Desain, Fitur, dan Konektivitas
MacBook Neo hadir dengan desain yang lebih modern dan terlihat lebih fresh dibandingkan dengan MacBook Air M1. Pilihan warnanya juga lebih berani seperti Citrus, Indigo, dan Blush sehingga terasa lebih playful untuk pengguna muda. Bodinya memakai material aluminium dengan ketebalan sekitar 0,5 inci dan bentuk flat yang mirip MacBook Air generasi terbaru.
Sementara itu, MacBook Air M1 masih mempertahankan desain wedge klasik yang ikonik dengan bagian depan lebih tipis lalu melebar ke belakang. Walau terlihat lebih lawas, banyak pengguna justru menyukai bentuk ini karena terasa nyaman saat mengetik lebih lama.
Untuk keyboard, MacBook Neo sudah memakai Magic Keyboard yang nyaman, tetapi varian dasarnya belum memiliki backlit keyboard dan Touch ID hanya tersedia pada versi 512GB. Trackpad-nya juga masih menggunakan klik fisik biasa. Sebaliknya, MacBook Air M1 sudah dibekali backlit keyboard, Touch ID di semua varian, dan Force Touch trackpad yang lebih presisi sehingga pengalaman pakainya terasa lebih premium.
Dari sisi port, MacBook Neo menyediakan dua USB-C tetapi dengan keterbatasan karena satu hanya mendukung USB 2.0 dan satu lagi USB 3. Laptop ini juga tidak memiliki Thunderbolt dan hanya mendukung satu external display, sehingga aksesori profesional jadi lebih terbatas. MacBook Air M1 lebih unggul karena sudah menggunakan dua port Thunderbolt/USB 4 yang jauh lebih cepat dan fleksibel untuk monitor eksternal, SSD berkecepatan tinggi, maupun docking station.
Untuk kamera, MacBook Neo lebih baik karena memakai kamera 1080p yang lebih jernih untuk video call, meeting online, dan belajar jarak jauh. Namun, untuk audio, MacBook Air M1 masih lebih unggul berkat speaker yang lebih imersif dan mikrofon yang lebih baik. MacBook Neo hanya dibekali dual speaker standar yang cukup untuk kebutuhan harian tetapi belum bisa menandingi kualitas suara dari Air M1.
Layar dan Kualitas Visual
MacBook Neo menggunakan layar 13 inci Liquid Retina dengan resolusi 2408 x 1506 serta tingkat kecerahan hingga 500 nits. Layar ini terasa lebih terang saat digunakan di luar ruangan atau di tempat dengan pencahayaan tinggi. Untuk penggunaan harian seperti browsing, belajar, dan menonton, tampilannya sudah sangat nyaman dan tajam. Namun, MacBook Neo masih memakai color gamut sRGB dan belum didukung fitur True Tone, sehingga akurasi warnanya belum sebaik MacBook Air M1.
Sementara itu, MacBook Air M1 hadir dengan layar 13,3 inci beresolusi 2560 x 1600 yang sedikit lebih tinggi. Laptop ini juga sudah mendukung Wide Color P3 dan True Tone sehingga warna yang ditampilkan terlihat lebih akurat dan natural. Hal ini membuatnya lebih cocok untuk pekerjaan kreatif seperti editing foto dan video. Walaupun tingkat kecerahannya sekitar 400 nits dan sedikit lebih rendah dari Neo, kualitas warna serta konsistensi tampilannya masih terasa lebih profesional.
Baca juga: 7 Cara Memilih MacBook yang Tepat Sesuai Kebutuhan

Performa, Chipset, dan Memori
Perbedaan paling menarik antara MacBook Neo dan MacBook Air M1 ada pada chipset yang digunakan. MacBook Neo memakai chip A18 Pro yang sebelumnya dikenal sebagai prosesor untuk iPhone, sedangkan MacBook Air M1 menggunakan Apple M1 yang memang dirancang khusus untuk komputer.
Secara teori, M1 lebih cocok untuk kebutuhan desktop-class, tetapi hasil benchmark menunjukkan MacBook Neo lebih unggul di performa single-core. Sementara itu, MacBook Air M1 masih lebih kuat untuk multi-core dan performa GPU. Dalam penggunaan sehari-hari, MacBook Neo tetap sanggup menjalankan aplikasi berat seperti Adobe Photoshop, editing video di Final Cut Pro, hingga multitasking dengan banyak aplikasi terbuka.
Meski begitu, MacBook Neo hanya tersedia dengan RAM 8GB tanpa opsi upgrade sehingga performanya bisa terasa terbatas saat membuka banyak tab browser atau aplikasi berat secara bersamaan. Pilihan storage-nya juga hanya 256GB dan 512GB. Berbeda dengan itu, MacBook Air M1 menawarkan opsi RAM 8GB dan 16GB sehingga lebih fleksibel untuk penggunaan jangka panjang.
Kapasitas penyimpanannya juga lebih luas hingga 2TB. Selain itu, SSD pada MacBook Air M1 jauh lebih cepat sehingga proses membuka aplikasi dan transfer file terasa lebih responsif dan nyaman untuk pekerjaan yang lebih intensif. Sehingga untuk multitasking aplikasi berat atau editing besar, versi M1 jauh lebih baik.
Baterai dan Daya Tahan
MacBook Neo menawarkan daya tahan baterai yang cukup menarik untuk kelas entry-level. Apple mengklaim laptop ini mampu bertahan hingga 16 jam untuk streaming video dan dalam pemakaian nyata biasanya bisa mencapai sekitar 12 sampai 13 jam. Untuk kebutuhan belajar, bekerja, atau penggunaan harian tanpa sering mencari colokan, performa baterainya sudah sangat memadai dan nyaman digunakan sepanjang hari.
Di sisi lain, MacBook Air M1 masih lebih unggul dalam urusan efisiensi daya. Laptop ini mampu bertahan sekitar 15 hingga 18 jam sehingga lebih cocok untuk penggunaan yang lebih intensif. Selain itu, MacBook Air M1 menggunakan charger 30W sedangkan MacBook Neo hanya 20W sehingga proses pengisiannya terasa lebih cepat. Dalam penggunaan jangka panjang, efisiensi chip M1 juga masih memberikan keunggulan yang lebih stabil.
Baca juga: 10 Rekomendasi MacBook Terbaik 2026 Lengkap dengan Spesifikasi!
Penutup
Pada akhirnya, pilihan antara MacBook Neo dan MacBook Air M1 tergantung pada kebutuhan Anda. Jika mencari laptop Apple dengan harga lebih terjangkau untuk penggunaan harian, belajar, dan kerja ringan, MacBook Neo bisa menjadi pilihan menarik. Namun, jika Anda membutuhkan performa yang lebih stabil untuk jangka panjang, fitur lebih lengkap, dan pengalaman penggunaan yang lebih premium, MacBook Air M1 masih menjadi opsi yang sangat worth it di 2026.
Apa pun pilihan Anda, pastikan membelinya di Doran Corporate untuk mendapatkan produk original dan layanan terbaik. Hubungi customer service via WhatsApp untuk informasi lebih lanjut mengenai harga, stok, dan penawaran terbaik yang tersedia. Doran Corporate melayani pembelian satuan maupun pembelian besar untuk pengadaan corporate.

