Doran Corporate – Industri agrikultur modern saat ini memanfaatkan berbagai teknologi untuk mendapatkan hasil yang optimal. Mulai dari menjaga kesehatan tanaman, pemetaan lahan, hingga penyemprotan. Salah satunya adalah dengan menggunakan drone pertanian. Apa saja rekomendasi drone untuk pertanian yang bisa Anda pertimbangkan? Inilah ulasannya!
Apa Itu Drone Pertanian?

Secara umum, drone untuk pertanian berbeda dengan drone komersial pada umumnya. Terutama drone untuk keperluan fotografi dan videografi. Dengan kata lain, drone agrikultur dirancang khusus untuk keperluan dan aktivitas pertanian. Ini bisa dilihat dari ukurannya yang memang sedikit lebih besar.
Di sisi lain, drone pertanian juga dilengkapi dengan beragam teknologi dan sensor terbaru dalam pengawasan dan pengelolaan tanaman. Begitu pun dengan software yang mendukung untuk keperluan pertanian modern, sehingga lebih efisien.
Baca juga: 5 Manfaat Drone untuk Pertanian Modern
Rekomendasi Drone Pertanian Sprayer DJI
Sebagai pemain utama di segmen drone penyemprotan pertanian, DJI Agras telah merilis berbagai seri mulai dari MG-1P, MG RTK, Agras T10, T16, T20, T30, hingga T40. Kini, DJI Agriculture memperkenalkan drone terbaru yang dibekali pengembangan teknologi dan fitur operasional guna meningkatkan produktivitas, akurasi, dan keamanan di lapangan. Berikut rekomendasi drone sprayer pertanian terbaru dari DJI.
1. DJI Agras T25

DJI Agras T25 dirancang dengan struktur bodi yang ringan dan mekanisme lipat untuk penggunaan yang praktis. Drone memiliki kapasitas angkut hingga 25 kilogram dengan tangki semprot berukuran maksimal 35 liter. Dilengkapi dua nozel sentrifugal tambahan, total terdapat empat nozel yang mampu meningkatkan efektivitas dan pemerataan proses penyemprotan.
Dukungan kamera FPV berjenis PTZ memungkinkan pilot memantau kondisi area secara real-time. Sistem penyemprotannya juga ditingkatkan untuk menjangkau area penyemprotan hingga 12 hektare per jam. Sedangkan untuk penyebaran benih granular kering, kapasitas kerjanya mencapai 1.000 kilogram per jam. Drone ini juga ditenagai baterai DB800 Intelligent Flight Battery berkapasitas hingga 15,5Ah, untuk penggunaan hingga 1.500 siklus pengisian.
2. DJI Agras T25P

Rekomendasi drone sprayer selanjutnya ada DJI Agras T25P yang dapat dikendalikan melalui DJI RC Plus dengan layar 7 inci untuk tampilan yang jelas. Dukungan kamera FPV berwarna yang dilengkapi fitur night vision serta lampu navigasi memungkinkan pemantauan area dan penerbangan tetap optimal di kondisi minim cahaya.
Dari segi konektivitas, DJI Agras T25P menggunakan sistem transmisi O4 dan D-RTK untuk koneksi stabil dan presisi. Keamanan penerbangan juga ditingkatkan melalui Safety System 3.0 yang mengombinasikan radar mmWave dan sensor visual. Drone mampu membawa payload penyemprotan hingga 20 kilogram, didukung nozzle ganda otomatis dan Spreading System 4.0 untuk memastikan distribusi cairan berlangsung lebih merata dan efisien.
3. DJI Agras T50

DJI Agras T50 yang merupakan drone penyemprot pertanian berskala menengah. Karena mampu membawa muatan hingga 75 liter. Selain itu mampu membawa payload hingga 50 kilogram. Drone dilengkapi dengan sistem dual-sprayer. Sehingga mampu menyemprot ladang atau sawah dengan area hingga 21 hektare per jam, dan perkebunan seluas 4 hektare per jam.
Penerbangan semakin baik dengan sistem transmisi DJI O3 yang mampu menjangkau hingga radius 2 kilometer. Ada pula radar Active Phased Array untuk mendeteksi rintangan.Baterai drone menggunakan tipe DB1560 dengan kapasitas 30 Ah. Dimana dapat diisi ulang daya hingga 1500 kali penggunaan menggunakan perangkat C8000 Intelligent Charger 7.200W.
4. DJI Agras T70P

Jika Anda membutuhkan drone pertanian sprayer untuk penerbangan optimal dalam lahan luas, maka DJI Agras 70P jadi opsinya. Drone ini mampu terbang hingga kecepatan 20 m/s untuk operasional yang efisien. Sedangkan untuk kemampuan membawa payload hingga 70 liter dalam penyemprotan.
Sedangkan untuk penyebaran, mampu hingga 100 liter dengan kemampuan mengangkut beban maksimal hingga 65 gram. Dukungan Safety System 3.0 yang mengintegrasikan radar gelombang milimeter dan sistem Tri-Vision, membuat penerbangan semakin aman. Terlebih lagi untuk pendeteksian rintangan yang lebih akurat.
5. DJI Agras T100

Saat ini, DJI Agras T100 jadi drone penyemprot berukuran besar dari DJI untuk skala payload. Di mana drone ini dapat membawa beban hingga 100 liter cairan untuk penyemprotan. Sementara itu, untuk kapasitas penyebaran benih mencapai 150 liter dengan daya angkut maksimum hingga 100 kilogram. Tentu kapasitas besar tersebut sangat ideal untuk penyemprotan di lahan yang luas.
DJI Agras T100 unggul dalam segi penyemprotan karena mampu hingga 30 liter per menit dengan mode standar dan 40 liter per menit menggunakan empat sprinkler. Hal itu diklaim lebih cepat dan efisien hingga 270%. Penerbangan semakin lancar dan aman dengan teknologi LiDAR, radar gelombang milimeter, serta Penta-Vision untuk deteksi rintangan yang lebih akurat.
Baca juga: 7 Tips Memilih Drone Pertanian Terbaik untuk Agribisnis Anda
Software dan Drone untuk Pemantauan Lahan
Tak hanya drone penyemprotan saja, DJI juga memiliki drone enterprise untuk pemantauan lahan dan tanaman seperti DJI Mavic 3 Multispectral. Lalu, juga ada software bawaan yang dapat Anda gunakan dalam melihat hasil pemantauan lahan maupun tanaman tadi secara realtime yakni DJI Terra dan DJI SmartFarm:
6. DJI Mavic 3 Multispectral

DJI Mavic 3 Multispectral yang dirancang desain ringkas untuk pemantauan lahan dan tanaman. DJI drone Mavic 3 Multispectral juga dilengkapi dengan sensor cahaya matahari dan menghindari paparan radiasi matahari pada pesawat drone. Dengan begitu, penggunaan lebih nyaman dan aman. Khususnya penggunaan pada siang hari di tengah cuaca yang terik.
Dari segi kameranya, memiliki empat kamera tanpa menggunakan sensor biru. Adapun sensornya berukuran 1/ 2.8 inci CMOS dengan resolusi 5MP. Kemudian mendukung untuk NDVI, GNDVI, hingga NDRE untuk indeks vegetasi tanaman. Drone ini memiliki waktu terbang hingga 43 menit dan memiliki fitur keamanan saat terbang Advanced Pilot Assistance System (APAS 5.0).
7. Software DJI Terra

DJI Terra dirancang untuk memenuhi kebutuhan pemetaan lahan berakurasi tinggi melalui pembuatan model 2D dan 3D berbasis fotogrametri dan LiDAR. Teknologi tersebut memungkinkan pemantauan kondisi lahan secara menyeluruh dan akurat, sehingga mendukung pengambilan keputusan berbasis data.
Software dapat digunakan bersama ekosistem DJI, termasuk drone DJI Mavic 3E dan sensor Zenmuse P1 serta L2. Proses pengumpulan hingga pengolahan data dilakukan dalam satu sistem terintegrasi. Hasil pemetaan meliputi ortomosaik, model 3D, point cloud, dan peta NDVI, dengan dukungan fitur lanjutan seperti 3D Gaussian Splatting dan alat pengukuran untuk mempercepat proses analisis lahan.
8. Software DJI SmartFarm

Software DJI SmartFarm Web dikembangkan untuk memudahkan pemetaan lahan pertanian secara cepat dan akurat. Melalui pemanfaatan citra udara resolusi tinggi, platform ini mampu memetakan batas lahan, menghitung luas area, dan menghasilkan peta lahan secara otomatis. Fitur ini sangat relevan untuk area pertanian dengan medan menantang, kemiringan tertentu, serta cakupan lahan yang luas.
Selain itu juga ada fitur analisis kondisi tanaman, pemetaan kontur elevasi, serta pembuatan peta resep untuk aplikasi pupuk dan cairan semprot yang lebih presisi. Seluruh data dapat langsung disinkronkan ke drone pertanian guna mendukung operasional yang lebih efisien dan terkendali.
Baca juga: 6 Manfaat Drone untuk Sektor Perkebunan Berskala Luas
Penutup

Dari ulasan di atas dapat disimpulkan bahwa drone pertanian memberikan dampak yang signifikan terhadap agrikultur modern. Pemilihan jenis drone yang tepat sesuai dengan kebutuhan akan meningkatkan produktivitas dan efisiensi dalam industri pertanian milik Anda.
Tertarik untuk pengadaan drone pertanian dan perangkat pendukungnya? Konsultasikan dengan kami dengan melalui laman DJI Agriculture atau via WhatsApp Doran Corporate. Kami menyediakan drone pertanian terbaik dengan harga bersaing. Selain itu, kami juga menyediakan training penggunaan untuk instansi, perusahaan, maupun individu.
Semoga bermanfaat!

