Doran Corporate – Dalam dunia profesional yang mengandalkan presisi tinggi, pemahaman mengenai GNSS vs GPS menjadi sangat penting. Keduanya merupakan sistem navigasi berbasis satelit yang umum digunakan untuk berbagai aplikasi, termasuk survei, pertambangan, pemetaan, transportasi, hingga pertahanan.
Namun, meskipun sering disandingkan, GNSS dan GPS memiliki perbedaan mendasar yang memengaruhi tingkat akurasi, jangkauan, dan ketergantungan teknologinya. Maka dari itu, memahami karakteristik keduanya akan membantu Anda dalam memilih sistem yang paling sesuai dengan kebutuhan institusi atau perusahaan.
Apa Itu GPS?

GPS (Global Positioning System) adalah sistem navigasi berbasis satelit yang dikembangkan dan dikelola oleh pemerintah Amerika Serikat. Sistem ini menggunakan jaringan satelit yang mengorbit bumi untuk menentukan posisi geografis suatu objek dengan akurasi tinggi.
Penggunaannya yang telah berlangsung lama dan integrasi ke dalam berbagai perangkat konsumen menjadikan GPS sangat dikenal secara global. Dengan menggunakan minimal empat satelit dalam satu waktu, GPS dapat menghitung koordinat lokasi secara real-time. Hal ini menjadikannya sangat bermanfaat untuk keperluan pemetaan, pelacakan aset, navigasi kendaraan, dan manajemen logistik di berbagai sektor industri.
Banyak perangkat seperti ponsel dan sistem navigasi mobil tetap menggunakan istilah “GPS” walaupun mereka menerima sinyal dari berbagai sistem GNSS. Karena istilah ini lebih familiar bagi konsumen, produsen dan pengembang aplikasi sering menggunakannya untuk merujuk ke layanan berbasis GNSS secara umum.
Baca Juga: Prospek dan Tren Pasar Drone untuk Agribisnis di Tingkat Global
Apa Itu GNSS?

GNSS (Global Navigation Satellite System) adalah istilah umum yang mencakup semua sistem navigasi satelit global, termasuk GPS. Dengan kata lain, GNSS merupakan kumpulan sistem satelit dari berbagai negara yang digunakan bersama untuk meningkatkan keakuratan dan cakupan sinyal.
Dengan integrasi multi-konstelasi ini, GNSS memberikan hasil navigasi yang lebih presisi dan lebih stabil dalam berbagai kondisi. GNSS mencakup beberapa konstelasi satelit yang dikelola oleh berbagai negara, yaitu:
- GPS (Amerika Serikat) – 31 satelit
- GLONASS (Rusia) – 24 satelit
- Galileo (Uni Eropa) – 23 satelit
- BeiDou (Tiongkok) – 44 satelit
- QZSS (Jepang) – 4 satelit
- IRNSS/NAVIC (India) – 7 satelit
Secara sederhana, GNSS adalah istilah umum yang mencakup GPS dan sistem serupa lainnya yang dioperasikan oleh berbagai negara. Setiap sistem GNSS menggunakan satelit dan jaringan kontrol berbasis darat untuk memungkinkan perangkat dengan receiver GNSS memperoleh posisi secara akurat dengan menggabungkan sinyal dari berbagai sistem.
Akurasi Sistem GNSS Berdasarkan Konstelasi
| Sistem | Akurasi Standar | Dengan Koreksi | Catatan Tambahan |
| GPS | 3–5 meter | RTK: sentimeter | Paling luas digunakan |
| GLONASS | 3–7 meter | RTK: sentimeter | Baik di lintang tinggi |
| Galileo | 1 meter | HAS: <20 cm | Sinyal paling modern |
| BeiDou | 2.5–5 meter | RTK: sentimeter | Optimal di Asia-Pasifik |
| QZSS | 1–3 meter | SBAS: <1 meter | Dukung GPS di Jepang |
| IRNSS/NAVIC | 5–20 meter | RTK: sentimeter | Fokus di India dan sekitarnya |
Struktur Dasar GNSS
Setiap sistem GNSS terdiri dari tiga segmen utama, yaitu ruang (space), kontrol (control), dan pengguna (user).
- Segmen ruang terdiri dari satelit yang mengorbit Bumi antara 20.000 hingga 37.000 kilometer dan terus-menerus mengirimkan sinyal posisi dan waktu.
- Segmen kontrol mencakup stasiun darat yang melacak lokasi satelit, memonitor orbitnya, dan memperbarui sistem onboard satelit.
- Segmen pengguna adalah perangkat penerima GNSS yang menghitung posisi berdasarkan algoritma tertentu.
Menggabungkan sinyal dari berbagai sistem satelit membantu memastikan posisi yang lebih andal dan cakupan global yang lebih luas. Meski akurasi tersebut cukup untuk penggunaan sehari-hari, aplikasi yang membutuhkan ketelitian tinggi, seperti pemetaan dan survei memerlukan teknik khusus seperti Differential Global Positioning System (DGPS) atau Real-Time Kinematic (RTK), yang mampu meningkatkan akurasi hingga tingkat sentimeter.
Keterbatasan GNSS
Meskipun GNSS sangat bermanfaat, ada beberapa keterbatasan. Bangunan tinggi, pepohonan, dan hambatan lain bisa menghalangi sinyal, mengurangi akurasi terutama di daerah urban atau hutan lebat.Â
Selain itu, sinyal yang memantul dari permukaan (multipath interference) atau gangguan atmosfer seperti penundaan ionosfer dan troposfer dapat menyebabkan kesalahan posisi. Untuk hasil terbaik, GNSS receiver sebaiknya ditempatkan di area terbuka dengan pandangan langit yang tidak terhalang (lebih dari 30 derajat).
Baca Juga: 7 Rekomendasi Drone Security Terbaik untuk Keamanan Udara Lebih Maksimal
GNSS vs GPS: Apa Perbedaannya?

Perbedaan utama antara GNSS vs GPS terletak pada cakupan dan sumber data satelit yang digunakan. GPS hanya memanfaatkan satu konstelasi satelit milik AS, sementara GNSS memanfaatkan berbagai sistem satelit dari berbagai negara sekaligus.
Dengan kata lain, GNSS memberikan hasil yang lebih akurat karena memiliki lebih banyak satelit yang tersedia untuk melakukan triangulasi lokasi. Hal ini sangat penting saat Anda beroperasi di area yang sulit mendapatkan sinyal seperti hutan lebat, lembah, atau kawasan padat bangunan.
Selain itu, GNSS menawarkan ketahanan sistem yang lebih baik terhadap gangguan teknis atau kegagalan satelit, karena tidak tergantung pada satu sistem saja. Untuk keperluan yang sangat krusial dan berisiko tinggi, GNSS memberikan keunggulan signifikan dibandingkan GPS konvensional.
Kapan Sebaiknya Menggunakan GPS?

GPS masih menjadi pilihan andalan untuk berbagai kebutuhan umum yang tidak terlalu menuntut presisi ekstrem. Contohnya dalam navigasi kendaraan, pelacakan aset mobile, dan aktivitas outdoor seperti ekspedisi lapangan atau kegiatan survey sederhana.
Jika perangkat Anda hanya mendukung sistem GPS, Anda tetap dapat mengandalkannya untuk kebutuhan yang bersifat operasional rutin. Keunggulannya terletak pada kemudahan integrasi dan stabilitas yang telah terbukti selama puluhan tahun.
Namun demikian, Anda tetap perlu memperhitungkan potensi keterbatasan GPS, khususnya dalam lingkungan yang memiliki penghalang sinyal atau dalam proyek yang memerlukan akurasi sub-meter hingga sentimeter.
Kapan GNSS Lebih Tepat Digunakan?

GNSS sangat cocok untuk penggunaan profesional dengan standar presisi tinggi, seperti di sektor pertambangan, konstruksi, pemetaan topografi, dan infrastruktur. Karena GNSS dapat mengakses banyak konstelasi satelit sekaligus, sistem ini mampu memberikan hasil yang lebih akurat dan cepat.
Dengan GNSS, perangkat mampu memperoleh dan mengunci posisi lebih cepat meskipun kondisi lingkungan tidak ideal. Fitur ini sangat menguntungkan ketika Anda bekerja di medan yang menantang atau perlu menjaga akurasi tinggi dalam waktu lama.
GNSS juga menjadi pilihan utama untuk integrasi dengan teknologi canggih seperti RTK (Real Time Kinematic) dan PPK (Post-Processed Kinematic), yang memungkinkan ketelitian posisi hingga beberapa sentimeter.
Implikasi Teknologi dalam Dunia Korporat dan Instansi

Baik GNSS maupun GPS memiliki peran besar dalam mendukung digitalisasi dan otomatisasi operasional instansi. Banyak perusahaan kini mengadopsi sistem berbasis geospasial untuk efisiensi logistik, monitoring lapangan, hingga pengembangan Smart City.
Salah satu perangkat yang sangat bergantung pada teknologi GNSS adalah drone profesional. Saat Anda mengoperasikan drone untuk pemetaan, inspeksi infrastruktur, atau pemantauan proyek skala besar, sistem navigasi berbasis GNSS memungkinkan drone bergerak secara presisi. Teknologi ini membantu drone mempertahankan stabilitas posisi, melacak jalur penerbangan, hingga merekam koordinat dengan akurasi tinggi.
Sebagian drone memang menggunakan GPS sebagai sistem navigasi dasarnya. Namun untuk misi yang menuntut ketelitian, seperti pemetaan topografi dengan metode fotogrametri atau lidar, drone perlu terintegrasi dengan multi-GNSS receiver dan sistem RTK (Real Time Kinematic). Kombinasi ini memungkinkan Anda mendapatkan hasil data spasial dengan tingkat presisi sentimeter, bahkan dalam kondisi medan yang menantang.
Baca Juga: Spesifikasi DJI Zenmuse V1: Kompatibel dengan Matrice 350 RTK
Penutup
Pemilihan antara GNSS vs GPS sangat bergantung pada kebutuhan operasional Anda. Bila Anda mencari solusi navigasi umum dengan tingkat akurasi sedang, GPS sudah mencukupi. Namun jika akurasi, ketahanan, dan fleksibilitas menjadi prioritas utama, maka GNSS adalah pilihan yang lebih tepat.
Sebagai instansi atau perusahaan yang ingin bergerak lebih adaptif dan modern, Anda perlu mempertimbangkan penggunaan sistem navigasi berbasis GNSS agar sejalan dengan tren teknologi terkini.
Ingin mengoptimalkan proyek atau operasional lapangan dengan akurasi tinggi? Beli drone dengan navigasi GNSS terbaik di Doran Corporate, mitra terpercaya untuk solusi geospasial instansi dan perusahaan Anda.            Â

