Doran Corporate – Dalam pengoperasian drone, ada berbagai fitur yang membantu menjaga penerbangan tetap aman dan terkendali. Salah satunya adalah RTH (Return to Home) yang memungkinkan drone kembali ke titik awal secara otomatis dalam kondisi tertentu. Lantas, bagaimana cara kerja fitur RTH pada drone dan kapan sebaiknya digunakan? Simak penjelasan selengkapnya di bawah ini.
Konten dalam artikel ini
ToggleApa Itu Fitur RTH pada Drone?
RTH merupakan singkatan dari Return to Home. Secara sederhana, fitur ini membuat drone kembali ke Home Point atau titik pulang yang telah direkam oleh sistem. Pada banyak drone DJI, RTH membutuhkan Home Point yang berhasil direkam serta sistem positioning dan kompas yang berfungsi normal agar drone dapat kembali ke titik tersebut.
Home Point umumnya berkaitan dengan lokasi drone saat lepas landas apabila sistem mendapatkan sinyal positioning yang memadai. Namun, perilaku RTH dan cara pembaruan Home Point dapat berbeda antarproduk. Karena itu, sebelum terbang, penting untuk memastikan aplikasi atau sistem drone telah mengonfirmasi bahwa Home Point berhasil direkam.
Ketika RTH aktif, drone tidak selalu langsung terbang lurus menuju titik awal. Drone dapat terlebih dahulu menyesuaikan posisi atau ketinggiannya berdasarkan logika RTH yang digunakan oleh model tersebut. Pada beberapa drone, sistem juga dapat menggunakan informasi dari sensor visual untuk menentukan rute pulang yang lebih sesuai dengan kondisi penerbangan.
Baca juga: 7 Keunggulan dan Manfaat Teknologi Drone LiDAR untuk Industri Masa Kini

Cara Kerja Fitur RTH pada Drone
Nah, berikut ini cara kerja fitur RTH yang wajib Anda ketahui jika ingin mencoba fitur satu ini.
1. Pastikan Home Point Sudah Berhasil Direkam
Langkah pertama sebelum menggunakan RTH adalah memastikan drone telah merekam Home Point. Tanpa Home Point yang valid, drone dapat mengalami keterbatasan untuk melakukan proses Return to Home. DJI juga menjelaskan bahwa kondisi seperti sinyal positioning yang baik dan kompas yang berfungsi normal menjadi bagian penting dalam proses Failsafe RTH pada produk tertentu.
Sebaiknya jangan langsung menerbangkan drone begitu saja setelah menyalakannya. Periksa terlebih dahulu informasi pada aplikasi atau remote controller untuk memastikan posisi Home Point telah tersimpan. Home Point menjadi referensi lokasi yang akan digunakan drone ketika RTH dijalankan.
Hal ini penting terutama ketika Anda menerbangkan drone dari lokasi yang berbeda-beda. Jika Anda berpindah tempat setelah Home Point direkam, pastikan memahami apakah drone dan aplikasi yang digunakan mendukung pembaruan Home Point dan bagaimana prosesnya bekerja pada model tersebut.
2. Atur Ketinggian RTH Sebelum Drone Diterbangkan
Pengaturan RTH Altitude merupakan salah satu bagian penting sebelum penerbangan. Ketika drone harus kembali dari jarak tertentu, beberapa model akan naik menuju ketinggian RTH yang telah ditentukan sebelum melanjutkan perjalanan menuju Home Point. Namun, perilaku detailnya dapat berbeda berdasarkan model dan jarak drone dari Home Point.
Karena itu, ketinggian RTH tidak sebaiknya diatur sembarangan. DJI secara khusus menyarankan agar pilot memeriksa lingkungan sekitar dan mengatur ketinggian RTH yang sesuai sebelum setiap penerbangan. Ketinggian tersebut perlu mempertimbangkan keberadaan bangunan, pohon, bukit, atau rintangan lain di sekitar jalur penerbangan.
Perlu diperhatikan bahwa mengatur RTH Altitude lebih tinggi juga bukan berarti semua risiko otomatis hilang. Lingkungan penerbangan dapat memiliki rintangan yang lebih tinggi dari perkiraan, sementara kondisi seperti angin dan keterbatasan sensor juga dapat memengaruhi proses drone kembali.
3. Gunakan Smart RTH Ketika Ingin Memanggil Drone Pulang
Salah satu jenis RTH adalah Smart RTH. Pada produk DJI tertentu, fitur ini dapat dijalankan secara manual melalui aplikasi atau dengan menekan dan menahan tombol RTH pada remote controller. Setelah RTH aktif, drone akan memulai proses kembali berdasarkan sistem dan pengaturan yang berlaku pada model tersebut.
Smart RTH berguna ketika Anda ingin mengakhiri penerbangan tanpa menerbangkan drone kembali secara manual hingga ke lokasi awal. Namun, sebelum mengaktifkannya, tetap perhatikan kondisi lingkungan. Pastikan jalur menuju Home Point tidak memiliki rintangan yang dapat membahayakan drone.
Pada beberapa produk, pengguna juga dapat membatalkan proses RTH dan kembali mengambil alih kendali. Meski begitu, pembatalan RTH tidak selalu menjadi pilihan yang tepat, terutama jika baterai sudah berada pada kondisi rendah. DJI memperingatkan bahwa melanjutkan penerbangan setelah membatalkan peringatan Low Battery RTH dapat menyebabkan daya tidak lagi cukup untuk pendaratan yang aman.
4. Pahami Cara Kerja Low Battery RTH
Low Battery RTH berkaitan dengan kondisi ketika sistem memperkirakan baterai drone mulai mendekati batas yang diperlukan untuk kembali ke Home Point. Pada produk DJI, sistem dapat memberikan peringatan kepada pengguna ketika daya baterai diperkirakan cukup untuk proses kembali, dan pada kondisi tertentu RTH dapat berjalan secara otomatis.
Perhitungan tersebut tidak hanya sekadar melihat angka persentase baterai. Sistem dapat mempertimbangkan kondisi penerbangan seperti posisi drone untuk menentukan apakah daya yang tersisa mulai memengaruhi kemampuan drone kembali dengan aman. Karena itu, persentase baterai yang sama belum tentu memiliki arti yang sama ketika drone berada dekat atau jauh dari Home Point.
Jika pengguna mengabaikan peringatan tersebut dan terus menerbangkan drone, kondisi baterai dapat semakin kritis. Pada tahap tertentu, drone dapat memasuki proses pendaratan paksa karena daya hanya cukup untuk melakukan penurunan dan pendaratan. DJI menjelaskan bahwa proses forced descent pada kondisi tertentu tidak dapat dibatalkan, meskipun pengguna masih dapat mengendalikan arah horizontal pada beberapa model.
5. Ketahui Fungsi Failsafe RTH saat Sinyal Terputus
Jenis berikutnya adalah Failsafe RTH. Fitur ini berkaitan dengan kondisi ketika koneksi antara remote controller dan drone hilang. Jika tindakan ketika kehilangan sinyal telah diatur sebagai Return to Home dan persyaratan sistem terpenuhi, drone dapat memulai proses kembali secara otomatis setelah koneksi terputus dalam periode tertentu.
Durasi sebelum Failsafe RTH aktif dapat berbeda antarproduk. Pada beberapa model DJI, sistem akan aktif setelah beberapa detik kehilangan koneksi, sedangkan model lain memiliki waktu pemicu yang berbeda. Karena itu, tidak tepat jika menganggap semua drone akan langsung menjalankan RTH dalam waktu yang sama.
Selain itu, beberapa drone memungkinkan pengguna memilih tindakan ketika sinyal terputus, seperti Return to Home, Hover, atau Land. Pengaturan ini perlu diperiksa sebelum penerbangan karena pilihan yang digunakan akan menentukan respons drone ketika koneksi dengan remote controller hilang.
Baca juga: Apa Itu Drone Jamming: Teknologi Anti-Drone untuk Keamanan Wilayah Udara

RTH Tidak Selalu Bisa Menghindari Semua Rintangan
Salah satu kesalahan yang bisa terjadi adalah menganggap fitur RTH sama dengan sistem perlindungan otomatis yang selalu mampu menghindari semua objek. Faktanya, kemampuan drone selama RTH bergantung pada model, sensor yang tersedia, kondisi pencahayaan, serta lingkungan penerbangan.
DJI menjelaskan bahwa ketika pencahayaan tidak mencukupi untuk sistem visual, drone mungkin tidak dapat menghindari rintangan. Selain itu, kondisi sensor dan lingkungan dapat menentukan apakah drone menggunakan metode Advanced RTH atau jalur kembali lainnya.
Artinya, Anda tetap perlu mengetahui kondisi jalur penerbangan sebelum mengaktifkan RTH. Pohon, kabel, bangunan, atau struktur lain bisa menjadi risiko apabila tidak terdeteksi oleh sistem atau berada di luar kemampuan sensor drone.
Perhatikan Kondisi GPS, Kompas, dan Cuaca
RTH membutuhkan sistem navigasi untuk membantu drone mengetahui lokasi dan kembali menuju Home Point. Pada dokumentasi DJI, Failsafe RTH pada model tertentu memerlukan Home Point yang berhasil direkam, sinyal GPS atau GNSS yang baik, serta kompas yang berfungsi normal. Jika persyaratan tersebut tidak terpenuhi, kemampuan drone untuk kembali ke Home Point dapat terganggu.
Kondisi cuaca juga tetap perlu diperhatikan. DJI menyebutkan bahwa angin yang terlalu kencang dapat membuat drone tidak mampu kembali ke Home Point. Karena itu, RTH bukan solusi untuk memaksakan penerbangan ketika kondisi angin atau lingkungan sudah tidak mendukung.
Sebelum menerbangkan drone, periksa kondisi positioning, kompas, baterai, sinyal, serta lingkungan sekitar. Langkah ini membantu Anda mengetahui apakah RTH dapat digunakan sebagai bagian dari sistem keselamatan penerbangan sesuai dengan kemampuan drone yang digunakan.
Baca juga: SLAM pada Drone: Teknologi Kunci di Balik Mapping Real-Time Tanpa GPS
Penutup
Fitur Return to Home (RTH) menjadi salah satu fitur penting pada drone karena membantu perangkat kembali ke Home Point dalam kondisi tertentu. Meski begitu, pengguna tetap perlu memahami cara kerja RTH dan menyesuaikan pengaturannya sebelum terbang. Pastikan titik awal sudah tercatat dengan benar serta ketinggian RTH dan kapasitas baterai telah disesuaikan dengan kondisi penerbangan agar fitur ini dapat berfungsi secara optimal.
Sedang mencari drone dengan fitur RTH untuk kebutuhan pemetaan, inspeksi, maupun operasional profesional? Temukan berbagai pilihan drone yang sesuai dengan kebutuhan Anda di Doran Corporate. Untuk mengetahui spesifikasi, ketersediaan produk, dan informasi lebih lanjut mengenai fitur RTH pada drone pilihan Anda, silakan hubungi tim kami melalui WhatsApp. Tim Doran Corporate siap membantu Anda menemukan solusi drone yang tepat.

