• Home
  • Blog
  • Review Spesifikasi DJI Osmo Nano: Panduan Lengkap Kamera Wearable Serba-Magnet

Review Spesifikasi DJI Osmo Nano: Panduan Lengkap Kamera Wearable Serba-Magnet

DJI Osmo Nano

Doran Corporate DJI menghadirkan action camera super mini yang membuatnya cocok untuk disematkan di mana saja. Konfigurasi kameranya yang bagus, membuat perangkat ini dapat digunakan untuk berbagai kegiatan ringan termasuk olahraga dengan hasil yang mulus dan jernih. Bagi Anda yang penasaran, berikut ini pejelasan lengkap mengenai spesifikasi DJI Osmo Nano yang wajib Anda ketahui.

Spesifikasi DJI Osmo Nano

Kategori Spesifikasi
Dimensi & Berat
Kamera: 57.3×29.5×28 mm, 52 g • Vision Dock: 59.1×42.2×22.3 mm, 72 g
Ketahanan Air Kamera hingga 10 m • Kamera + Dock IPX4
Layar
Touchscreen 1.96 inci, 314×556, 326 ppi, 800 nits
Mikrofon 2 mikrofon
Sensor & Lensa
1/1.3″ CMOS • FOV 143° • f/2.8 • Fokus 0.35 m–∞
ISO & Shutter
ISO Foto/Video 100–25600 • Shutter Foto 1/8000–30 s
Resolusi Foto
Hingga 6880×5160 (~35 MP) • Burst 30 foto/3 dtk
Video 4K hingga 60fps • 2.7K & 1080p hingga 60fps
Slow Motion
4K/2.7K 4× (120fps) • 1080p hingga 8× (240fps)
Stabilization
RockSteady 3.0 • HorizonBalancing (mode tertentu)
Timelapse & Hyperlapse Interval 0.5 dtk–60 mnt • Durasi hingga ∞
Penyimpanan
Internal 64GB/128GB + microSD hingga 1TB (exFAT)
Format File
Foto JPEG/RAW • Video MP4 (HEVC) • Audio AAC 48 kHz
Baterai & Daya Tahan
Kamera 530 mAh (±90 mnt) • Kamera+Dock hingga 200 mnt
Konektivitas Wi-Fi 6, Bluetooth BLE 5.1/5.4 • Jarak 10 m

Baca juga: Begini Cara Mudah Memilih Action Camera yang Tepat, Anda Perlu Tahu!

Desain dan Build

Review DJI Osmo Nano
sc: DJI

Osmo Nano hadir dengan desain modular yang terdiri dari kamera kecil berbentuk kapsul dan Vision Dock. Dock ini berfungsi sebagai layar sentuh OLED berukuran 1,96 inci, memiliki tombol rekam tambahan, baterai ekstra, serta slot konektivitas. Keduanya terhubung menggunakan magnet yang kuat dengan mekanisme klip sehingga bisa dipasang menghadap depan atau ke belakang untuk kebutuhan vlogging.

Saat kamera dilepas, Vision Dock tetap dapat mengendalikan unit secara nirkabel sehingga sangat praktis digunakan untuk pemotretan jarak jauh, misalnya ketika kamera dipasang di topi atau braket pada posisi sulit dijangkau.

Unit kamera memiliki ketahanan air dengan rating IPX8 sehingga bisa digunakan hingga kedalaman 10 meter, sedangkan Vision Dock memiliki rating IPX4 yang hanya tahan terhadap percikan air. Artinya, kamera aman dipakai untuk aktivitas renang dangkal atau saat hujan, namun Dock sebaiknya tidak terkena rendaman air.

Kombinasi kamera dan Dock memang terlihat agak tinggi ketika diletakkan di permukaan yang tidak rata sehingga penggunaan mount tambahan lebih disarankan, terutama untuk mengambil bidikan rendah. Selain itu, perangkat ini dapat digunakan di rentang suhu luas mulai dari minus 20 derajat hingga 45 derajat Celcius dan sudah dilengkapi cover lensa berulir yang mudah diganti bila terjadi goresan.

Fitur Perekaman

Fitur DJI Osmo Nano
sc: DJI

Osmo Nano dirancang untuk memudahkan perekaman hands free di berbagai aktivitas. Bagi kreator, kamera ini ideal dijadikan B camera karena ukurannya yang ringkas sehingga mudah masuk ke tempat sempit dan mampu memberikan sudut pandang imersif. Untuk vlogger, sistem magnetis mempermudah perpindahan posisi kamera ke dada, topi, atau permukaan logam tanpa perlu rig yang rumit.

Kreator konten juga mendapatkan keuntungan dari dukungan perekaman 10 bit dalam format D Log M dan HLG yang memberi keleluasaan besar saat proses grading, serta stabilisasi yang cukup andal untuk menghasilkan konten dinamis.  Dari sisi teknis, kamera ini menggunakan sensor 1/1.3 inci dengan dynamic range hingga 13,5 stop yang mampu menampilkan detail baik di area terang maupun bayangan.

Video dapat direkam hingga resolusi 4K60 untuk gerakan halus, 4K120 untuk slow motion sinematik, dan hingga 1080p240. Ada juga opsi mode 4:3 hingga 4K50 untuk fleksibilitas komposisi serta foto hingga 35 MP sebagai pelengkap visual. Profil standar sudah cukup seimbang, namun pengguna yang menginginkan hasil maksimal bisa memanfaatkan mode D Log M dan HLG, sedangkan SuperNight membantu di kondisi minim cahaya meski terbatas di 30 fps 8 bit.

Fitur RockSteady 3.0 menjaga kestabilan saat berjalan santai hingga olahraga ringan, sementara HorizonBalancing mampu meluruskan kemiringan hingga 30 derajat pada rekaman sampai 4K60. Untuk aktivitas yang sangat cepat, hasil terbaik tetap didapat dengan penggunaan mount yang stabil seperti headband dibandingkan lanyard dada.

Baca juga: 7 Keunggulan Video Conference Camera untuk Meeting, Anda Wajib Tahu!

Audio, Kontrol, dan Konektivitas

Fitur DJI Osmo Nano (1)
sc: DJI

Osmo Nano dilengkapi dua mikrofon internal dengan fitur wind reduction yang cukup memadai untuk penggunaan sehari hari. Keunggulannya, perangkat ini bisa langsung terhubung ke DJI Mic hingga dua pemancar sekaligus tanpa perlu receiver tambahan melalui ekosistem OsmoAudio. Namun, untuk lingkungan yang sangat bising seperti saat berkendara motor, disarankan merekam audio terpisah karena tidak ada input mikrofon kabel dan angin kencang dapat memengaruhi kualitas suara.

Dari sisi kontrol, perangkat ini mengandalkan layar OLED 1,96 inci yang responsif namun ukurannya cukup kecil sehingga pengguna dengan jari besar perlu lebih presisi. Navigasi menggunakan gerakan geser dengan fungsi ke atas untuk pengaturan video, ke bawah untuk menu, ke kiri untuk mode, serta slider untuk Pro Mode.

Selain itu, tersedia kontrol suara dan gesture seperti ketukan atau anggukan untuk merekam tanpa tangan. Lampu indikator hanya ada di bagian depan kamera sehingga saat digunakan dalam mode non selfie pengguna perlu mengecek ulang apakah rekaman sudah aktif. Dock juga dilengkapi fitur lock screen agar tidak tersentuh secara tidak sengaja saat disimpan di saku.

Untuk penyimpanan, Osmo Nano menawarkan pilihan memori internal 64 GB dengan kecepatan transfer sekitar 400 MB per detik atau 128 GB dengan kecepatan hingga 600 MB per detik. Vision Dock menyediakan port USB C berstandar USB 3.1 untuk transfer cepat dan slot microSD yang mendukung kapasitas hingga 1 TB.

Alur kerja umumnya dilakukan dengan merekam ke memori internal terlebih dahulu kemudian memindahkan file ke kartu microSD melalui menu Dock. Proses transfer batch dalam jumlah besar memang memakan waktu, sebagai contoh memindahkan data 100 GB dari memori internal ke microSD membutuhkan waktu sekitar 20 menit.

Baca juga: 7 Action Camera Terbaik untuk Abadikan Petualanganmu!

Baterai, Performa, dan Aksesori

Harga DJI Osmo Nano
sc: DJI

Osmo Nano mampu merekam hingga 90 menit pada 1080p 24fps, sedangkan jika dipasangkan dengan Dock daya tahan bisa mencapai sekitar 200 menit. Untuk perekaman beresolusi tinggi seperti 4K60, durasi rekaman berkelanjutan berada di kisaran 60 menit atau kurang, namun hal ini dapat diperpanjang dengan mengaktifkan Endurance Mode serta mematikan Wi Fi.

Dock berfungsi sekaligus sebagai pengisi daya yang mampu melakukan fast charge hingga 80 persen dalam waktu sekitar 20 menit karena kamera tidak memiliki port USB C langsung. Dalam penggunaan nyata, hasil rekaman terlihat stabil dan natural saat berjalan santai terutama jika kamera dipasang di headband, sedangkan pada aktivitas intens seperti lari atau HIIT mode Sport tetap menjaga kestabilan meskipun sesekali muncul jitter kecil.

Di kondisi minim cahaya, fitur SuperNight membantu mengurangi noise dengan cukup baik tanpa smoothing berlebihan. Konten POV yang dipasang di topi atau helm juga terasa imersif berkat sudut pandang 143 derajat, walaupun lensa fixed ultra wide membuat opsi zoom terbatas.

Alur kerja menjadi lebih efisien berkat kecepatan transfer file menggunakan USB 3.1 yang jauh lebih cepat dibandingkan nirkabel. Fitur voice control sangat memudahkan perekaman solo, meskipun di lingkungan ramai pengguna perlu berbicara lebih keras, sementara gesture seperti ketukan atau anggukan terasa natural ketika kamera terpasang di kepala.

Untuk pemakaian panjang dengan perekaman 4K berkecepatan tinggi, beberapa uji coba melaporkan kamera dapat mengalami overheat dalam 20 hingga 26 menit, namun masalah ini cenderung berkurang saat dipakai di luar ruangan dengan kondisi bergerak. Dalam paket standar tersedia berbagai aksesori seperti Magnetic Hat Clip, Magnetic Lanyard, Magnetic Ball Joint Adapter Mount dua arah, protective case, dan kabel USB C.

Tersedia juga aksesori tambahan seperti magnetic headband yang memberikan hasil rekaman lari lebih stabil dibandingkan lanyard. Sistem klip cepat yang digunakan kompatibel dengan ekosistem mount DJI terbaru sehingga memudahkan perpindahan antar rig maupun pemasangan cepat ke permukaan logam untuk dijadikan tripod dadakan.

Baca juga: 9 Rekomendasi Video Conference JETE Terbaik untuk Meeting Online

Artikel Terkait:

January 9, 2026

December 4, 2025

December 2, 2025

October 29, 2025

October 17, 2025

October 7, 2025