Doran Corporate – Saat ini, teknologi drone telah menjadi solusi modern untuk kebutuhan pemetaan dan survei di berbagai sektor. Anda mungkin menemui sistem RTK dan PPK saat menggunakan drone untuk keperluan seperti konstruksi, pemeliharaan infrastruktur, hingga inspeksi lapangan. Kedua sistem berperan penting dalam hal akurasi data lokasi. Meskipun keduanya menggunakan teknologi GNSS, masing-masing memiliki pendekatan yang berbeda dalam mengoreksi data posisi. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk mengetahui cara kerja hingga perbedaan keduanya dalam artikel kali ini.
Mengenal Sistem RTK dan Cara Kerjanya

RTK atau Real Time Kinematics merupakan sistem navigasi drone yang mampu memperbaiki data GPS secara langsung saat drone terbang. Artinya, koreksi data posisi dilakukan secara realtime, sehingga Anda dapat memperoleh akurasi tinggi dalam hitungan detik hingga tingkat ukuran centimeter.
Dalam praktiknya, sistem RTK bekerja dengan mengirimkan sinyal dari base station ke drone atau rover. Base station menghitung perbedaan antara posisi sebenarnya dengan posisi GPS dan mengirim koreksi diferensial. Selanjutnya, drone menerima sinyal tersebut dan menyesuaikan posisi GPS berdasarkan data yang dikoreksi.
Karena data dikoreksi secara langsung, drone bisa menentukan posisinya dengan sangat akurat, bahkan hingga skala sentimeter. Teknologi ini sangat cocok untuk proyek yang membutuhkan efisiensi tinggi dan akurasi secara langsung saat terbang.
Baca Juga: 7 Rekomendasi Drone Night Vision, Hasil Gambar Tetap Jernih di Malam Hari
Cara Kerja PPK dalam Pemetaan Drone

Sementara itu, PPK atau Post Processing Kinematics memiliki pendekatan berbeda. Jika RTK mengoreksi data secara langsung, maka PPK melakukan koreksi setelah data dikumpulkan. Anda akan merekam data mentah selama drone terbang tanpa melakukan koreksi apa pun pada saat itu.
Setelah penerbangan selesai, Anda dapat memproses data tersebut menggunakan software khusus untuk menerapkan koreksi posisi. Artinya, hasil akhirnya tetap akurat, namun Anda harus meluangkan waktu untuk mengolah data sebelum mendapatkan hasil mapping secara final.
Meskipun prosesnya lebih panjang, PPK cukup unggul. Terutama ketika sinyal dari base station sulit dijangkau atau lingkungan terlalu kompleks untuk pengiriman sinyal realtime. Sistem ini memungkinkan Anda menyaring data lebih fleksibel sebelum melakukan koreksi posisi.
Baca Juga: 9 Manfaat Drone untuk Precision Agriculture, Temukan Peluang dan Tantangannya Juga!
Perbedaan RTK dan PPK Secara Umum

Seperti dijelaskan sebelumnya, meski sama-sama unggul dalam hal pemrosesan data yang lebih akurat sebenarnya RTK dan PPK memiliki perbedaan yang cukup signifikan. Berikut beberapa yang utama perlu Anda ketahui dan jadi bahan acuannya:
- RTK memberikan hasil koreksi posisi secara realtime. Ini sangat membantu ketika Anda membutuhkan akurasi pengukuran area yang cepat, sehingga bisa langsung diverifikasi tanpa memerlukan waktu lama. Namun, akurasi RTK bergantung pada kualitas sinyal dari base station. Gangguan cuaca atau bangunan tinggi terkadang bisa mengganggu proses koreksi.
- Sebaliknya, PPK bekerja relatif bisa diandalkan tanpa terganggu sinyal. Itu karena data dikoreksi setelah penerbangan dan data terkumpul semua. Anda hanya perlu memastikan semua data GNSS terekam dengan baik. Setelah itu, Anda bisa mengolah dan memilih data mana yang ingin dikoreksi untuk mendapatkan hasil terbaik.
- Secara teknis, RTK lebih cepat, namun PPK lebih fleksibel dan tahan terhadap gangguan lapangan. Anda tinggal sesuaikan dengan kondisi proyek dan kebutuhan presisi data.
Kapan Harus Menggunakan RTK dan Kapan Memilih PPK?

Penggunaan RTK sangat direkomendasikan jika Anda bekerja di area terbuka dengan sinyal kuat. Anda bisa langsung mendapatkan hasil dan menghemat waktu proses. Namun, jika proyek dilakukan di area sulit seperti wilayah pegunungan atau perkotaan padat, Anda sebaiknya memilih PPK agar data tidak terpengaruh oleh gangguan sinyal.
Selain itu, RTK lebih cocok untuk proyek inspeksi cepat, seperti pemetaan jaringan listrik atau jalur jalan. Sementara PPK ideal untuk digunakan pada proyek yang membutuhkan evaluasi data lebih mendalam. Contohnya seperti analisis tanah atau pemetaan tambang. Keduanya sama-sama andal, tetapi keputusan akhir tetap bergantung pada lokasi, urgensi, serta standar akurasi yang Anda tetapkan dalam proyek tersebut.
Baca Juga: Spesifikasi DJI Dock 3: Solusi Drone Otomatis untuk Operasional 24/7
Penutup

Dengan memahami perbedaan RTK dan PPK di atas, setidaknya membantu Anda menentukan metode pemetaan mana yang terbaik sesuai dengan kebutuhan. Jika tujuannya adalah dari segi kepraktisan, cepat, dan efisien maka RTK adalah solusi tepat. Namun jika Anda membutuhkan akurasi lebih tinggi dengan kendali penuh terhadap proses data, maka PPK bisa menjadi pilihan yang lebih tepat.
Selain itu, agar proses mapping dan pengumpulan data semakin optimal, Anda dapat menggunakan perlengkapan yang menunjang. Mulai dari drone, tripod untuk pengukuran dan lainnya. Kini, Anda bisa mendapatkan perangkat RTK tersebut di Doran Corporate. Hubungi kami dengan klik di sini untuk informasi lebih lanjut dan pengadaan perangkat RTK dengan kualitas terbaik dan bergaransi resmi.



