Doran Corporate – Drone kini semakin banyak dimanfaatkan dalam penanggulangan bencana karena mampu membantu pemantauan wilayah secara lebih cepat dan fleksibel. Teknologi ini dapat mendukung berbagai kebutuhan mulai dari pemetaan area terdampak hingga pencarian dan pemantauan kondisi di lokasi bencana. Lantas, seperti apa pemanfaatan drone dalam penanggulangan bencana? Selengkapnya, simak di bawah ini.
Pemanfaatan Drone dalam Penanggulangan Bencana
Penggunaan drone dalam penanggulangan bencana memberikan sejumlah manfaat karena mampu membantu memperoleh informasi dari wilayah terdampak secara lebih cepat dan fleksibel. Dengan dukungan kamera serta sensor yang sesuai, drone dapat menghasilkan foto udara, video, data spasial, hingga data thermal untuk berbagai kebutuhan. Berikut manfaat drone dalam penanggulangan bencana yang wajib Anda ketahui.
1. Memperoleh Gambaran Area Terdampak
Salah satu manfaat drone dalam penanggulangan bencana adalah membantu mengambil foto dan video dari wilayah yang terdampak. Dari udara, tim dapat melihat gambaran yang lebih luas mengenai kondisi area bencana sehingga informasi seperti luas wilayah terdampak, akses menuju lokasi, kerusakan bangunan, perubahan aliran sungai, timbunan material, hingga kondisi lingkungan lainnya dapat diketahui dengan lebih cepat.
Pemanfaatan tersebut juga telah dilakukan BNPB untuk mendukung analisis dampak bencana. Foto dan video udara dapat membantu menghasilkan analisis spasial secara lebih cepat sehingga informasi tersebut bisa mendukung pengambilan keputusan. Meski begitu, hasil pemantauan drone tetap perlu dianalisis dan dikombinasikan dengan informasi dari tim lapangan serta peta, citra satelit, laporan masyarakat, dan sumber lainnya agar dapat menjadi dasar penanganan yang tepat.
2. Membantu Pemetaan Wilayah Bencana
Drone dapat membantu menghasilkan data pemetaan dari wilayah yang sulit dipantau melalui pengamatan langsung. Melalui misi pemetaan yang telah direncanakan, drone dapat mengambil rangkaian foto yang kemudian diproses menjadi informasi spasial. BNPB juga telah menggunakan teknologi ini untuk memetakan area terdampak galodo di Sumatra Barat sekaligus mengidentifikasi titik yang berpotensi menimbulkan bencana susulan.
Dalam operasi tersebut, tiga drone digunakan untuk memetakan area sekitar 40 hektare dalam satu operasi dan hasilnya menjadi salah satu acuan untuk tindak lanjut penanganan. Pemanfaatan drone untuk pemetaan juga dilakukan BNPB setelah aktivitas Gunung Ibu.
Drone digunakan untuk memonitor permukiman, jalur sungai, serta kondisi debris flow di wilayah terdampak. Selain itu, BNPB menggunakan drone fixed-wing VTOL untuk memperoleh cakupan pemetaan yang lebih luas sehingga pemantauan area bencana dapat dilakukan secara lebih menyeluruh.
3. Mendukung Pencarian dan Pertolongan
Drone juga dapat digunakan untuk membantu tim pencarian dan pertolongan memperoleh gambaran area yang harus diperiksa. Kamera visual dapat digunakan untuk mengamati wilayah dari udara, sedangkan drone dengan kamera thermal dapat memberikan informasi tambahan berdasarkan perbedaan temperatur.
BNPB pada 2026 menyebut drone thermal mendukung tim pencarian dan pertolongan dalam melacak korban. BASARNAS juga menjelaskan bahwa drone dapat membantu tim dalam periode penting operasi pencarian dengan memberikan informasi wilayah yang dapat digunakan untuk menyusun strategi operasi penyelamatan.
Namun, thermal bukan solusi yang selalu berhasil menemukan korban. BNPB juga mencatat adanya kondisi ketika korban telah meninggal dan tertimbun tanah sehingga suhu tubuh sulit ditangkap sensor thermal. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan sensor tetap memiliki batas dan hasilnya perlu dikombinasikan dengan metode pencarian lainnya.
Baca juga: SLAM pada Drone: Teknologi Kunci di Balik Mapping Real-Time Tanpa GPS

4. Membantu Menilai Kerusakan Bangunan
Foto udara dapat membantu tim mendapatkan gambaran mengenai kondisi bangunan setelah bencana. Setelah terjadi gempa atau longsor misalnya, drone dapat digunakan untuk mendokumentasikan area bangunan yang rusak dari sudut pandang udara. Data visual tersebut kemudian dapat membantu proses identifikasi awal sekaligus menentukan area yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.
Penggunaan drone untuk kebutuhan ini juga mencakup preliminary damage assessment, penyediaan visual evidence, serta analisis kerusakan struktur dalam operasi manajemen keadaan darurat menurut FEMA di Amerika Serikat. Meski begitu, drone tidak secara otomatis dapat menentukan apakah sebuah bangunan aman untuk ditempati. Penilaian keselamatan struktur tetap membutuhkan pemeriksaan teknis sesuai dengan kondisi dan kebutuhan di lapangan.
5. Memantau Potensi Bencana Susulan
Kondisi wilayah dapat terus berubah setelah bencana terjadi sehingga risiko tambahan seperti longsor susulan, perubahan aliran air, debris flow, atau material yang masih bergerak perlu dipantau. Drone dapat membantu melakukan pemantauan dari udara sehingga tim memperoleh informasi mengenai kondisi wilayah tanpa harus langsung memasuki area yang berpotensi berbahaya. Dalam operasi di Tanah Datar misalnya, BNPB menggunakan drone untuk memetakan titik yang berpotensi menghambat aliran air setelah kejadian galodo.
Pemanfaatan drone juga dilakukan pada kejadian longsor Cisarua yang disampaikan BNPB pada 2026. Data dari drone digunakan untuk melihat adanya pergerakan tanah di wilayah hulu yang berpotensi menimbulkan risiko bagi tim penyelamat. Dengan begitu, pemantauan dari udara dapat membantu tim memahami perubahan kondisi di area yang masih memiliki potensi bahaya sebelum melakukan tindakan lebih lanjut.
6. Mendukung Penentuan Jalur dan Akses
Kerusakan jalan, jembatan, atau jalur menuju lokasi terdampak dapat membuat proses penanganan bencana menjadi lebih sulit. Dalam kondisi tersebut, citra udara dari drone dapat membantu memberikan gambaran mengenai kondisi jalur serta berbagai hambatan yang terlihat dari udara. Informasi tersebut kemudian dapat digunakan bersama data lapangan untuk menentukan akses yang masih bisa digunakan sekaligus area yang perlu dihindari.
Lebih dari sekadar kamera terbang, drone dapat menghasilkan data yang menjadi bagian dari informasi spasial. Data tersebut membantu tim memahami kondisi wilayah secara lebih menyeluruh sehingga informasi mengenai jalur dan akses dapat dipertimbangkan dalam proses penanganan bencana.
7. Mendukung Pemetaan Pascabencana
Setelah fase tanggap darurat berakhir, pemanfaatan drone masih dapat dilanjutkan untuk mendukung proses pemulihan. Data udara yang diperoleh dapat membantu mendokumentasikan kondisi wilayah sekaligus menjadi bagian dari perencanaan rehabilitasi dan rekonstruksi. BNPB menjelaskan bahwa data tersebut dapat digunakan untuk mendukung penentuan lokasi hunian tetap serta perencanaan pemulihan fasilitas kritis seperti jembatan.
Dokumentasi dari drone juga dapat menjadi pembanding untuk melihat perkembangan kondisi wilayah selama proses pemulihan berlangsung. Dengan begitu, perubahan yang terjadi setelah bencana dapat dipantau secara lebih jelas sehingga data udara tidak hanya berguna saat tanggap darurat, tetapi juga tetap memiliki fungsi dalam tahap pemulihan pascabencana.
Baca juga: Cara Drone Mendeteksi Kebocoran Gas Metana: Teknologi Inspeksi yang Lebih Aman

Jenis Drone untuk Penanggulangan Bencana
Tidak semua kebutuhan kebencanaan membutuhkan jenis drone yang sama. Pemilihan perangkat bergantung pada area yang akan dipantau, jenis data yang dibutuhkan, kondisi lingkungan, serta tujuan operasi.
Drone Multirotor
Drone multirotor memiliki kemampuan lepas landas dan mendarat secara vertikal sehingga dapat digunakan pada area yang relatif terbatas. Kemampuan tersebut membuat drone jenis ini lebih fleksibel untuk melakukan pemantauan lokasi tertentu serta dokumentasi visual. Selain itu, drone multirotor juga dapat melakukan manuver untuk membantu pencarian area yang membutuhkan pemantauan dari berbagai sudut.
Pemanfaatan drone multirotor untuk penanggulangan bencana juga telah dilakukan oleh BNPB. Pada operasi galodo di Sumatra Barat pada 2024, tim BNPB menggunakan tiga drone tetracopter untuk memetakan wilayah yang terdampak sekaligus mengidentifikasi potensi bencana susulan. Penggunaan tersebut menunjukkan bahwa drone multirotor dapat mendukung kebutuhan pemetaan dan pemantauan ketika kondisi wilayah membutuhkan pengamatan dari udara.
Drone Fixed-Wing dan VTOL
Untuk pemetaan wilayah yang lebih luas, drone fixed-wing atau VTOL dapat digunakan karena memiliki karakter penerbangan yang berbeda dari drone multirotor. Jenis drone ini memungkinkan proses pemetaan mencakup area yang lebih luas sehingga cocok untuk kebutuhan pemantauan wilayah dalam skala besar.
Hal tersebut terlihat dalam pemetaan Gunung Ibu yang dilakukan BNPB. Pada operasi tersebut, BNPB menggunakan Wingtra Gen-2 yang memiliki kemampuan vertical takeoff and landing atau VTOL lalu dapat beroperasi dalam mode fixed-wing. Perangkat tersebut disebut mampu mencakup area sekitar 300 hektare dalam satu kali pemetaan dengan waktu penerbangan kurang lebih 30 menit.
Drone Fixed-Wing dan VTOL
Untuk pemetaan wilayah yang lebih luas, drone fixed-wing atau VTOL dapat digunakan karena memiliki karakter penerbangan yang berbeda dari drone multirotor. Jenis drone ini memungkinkan proses pemetaan mencakup area yang lebih luas sehingga cocok untuk kebutuhan pemantauan wilayah dalam skala besar.
Hal tersebut terlihat dalam pemetaan Gunung Ibu yang dilakukan BNPB. Pada operasi tersebut, BNPB menggunakan Wingtra Gen-2 yang memiliki kemampuan vertical takeoff and landing atau VTOL lalu dapat beroperasi dalam mode fixed-wing. Perangkat tersebut disebut mampu mencakup area sekitar 300 hektare dalam satu kali pemetaan dengan waktu penerbangan kurang lebih 30 menit.
Baca juga: 7 Keunggulan dan Manfaat Teknologi Drone LiDAR untuk Industri Masa Kini
Penutup
Pemanfaatan drone dalam penanggulangan bencana dapat membantu tim memperoleh informasi mengenai kondisi wilayah secara lebih cepat dan menyeluruh. Mulai dari pemantauan area terdampak, pemetaan wilayah, penilaian kerusakan bangunan, pemantauan potensi bencana susulan hingga mendukung proses pemulihan pascabencana. Jenis drone yang digunakan juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan sehingga pemantauan area terbatas maupun wilayah yang lebih luas dapat dilakukan secara efektif.
Jika Anda membutuhkan drone untuk kebutuhan pemetaan, pemantauan wilayah atau kebutuhan operasional lainnya, Doran Corporate menyediakan berbagai solusi drone untuk kebutuhan bisnis dan instansi. Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai produk serta solusi yang sesuai dengan kebutuhan Anda, silakan hubungi customer service Doran Corporate melalui WhatsApp.

