Doran Corporate – Dalam beberapa tahun terakhir, semakin banya pengguna drone di berbagai belahan dunia. Drone kini tidak lagi hanya digunakan untuk hobi, tetapi juga untuk kebutuhan profesional dan operasional, sehingga risiko gangguan dan pelanggaran ruang udara ikut bertambah. Kondisi ini mendorong hadirnya teknologi identifikasi drone yang mampu memberikan informasi secara cepat dan jelas seperti Dronetag RIDER. Sebenarnya apa itu Dronetag RIDER dan bagaimana cara kerjanya? Selengkapnya di bawah ini!
Apa Itu Dronetag RIDER?

Dronetag RIDER merupakan perangkat pendeteksi drone portabel yang dirancang untuk membantu memantau aktivitas drone di sekitar area operasional. Perangkat ini bekerja dengan menangkap sinyal Remote ID yang dipancarkan oleh drone modern sesuai regulasi di berbagai negara.
Berkat bentuknya yang kecil dan ringan, alat ini mudah dibawa ke mana saja serta dapat digunakan tanpa instalasi yang rumit. Tidak heran jika Dronetag RIDER banyak dimanfaatkan oleh instansi keamanan, tim penyelamat, operator profesional, hingga pengelola acara yang membutuhkan pemantauan ruang udara secara cepat dan praktis.
Secara fungsi, Dronetag RIDER dapat dipahami sebagai alat untuk mengetahui siapa yang sedang menerbangkan drone di sekitar suatu area. Informasi yang ditampilkan mencakup posisi drone, ketinggian, jalur terbang, serta lokasi pilot selama data tersebut disiarkan oleh drone yang terdeteksi. Dengan kemampuan ini, keberadaan drone di atas area sensitif tidak lagi menjadi tanda tanya karena asal dan aktivitasnya dapat dipantau dengan lebih jelas.
Baca juga: 7 Daftar Drone Selain DJI yang Dijual di Pasaran
Peran Remote ID dalam Sistem Deteksi Drone

Setelah memahami fungsi Dronetag RIDER sebagai alat pendeteksi drone portabel, penting untuk mengetahui teknologi utama yang membuat perangkat ini bekerja secara efektif, yaitu Remote ID. Teknologi ini sering diibaratkan sebagai pelat nomor digital karena memungkinkan drone menyiarkan identitas serta data penerbangan secara terbuka melalui sinyal Bluetooth atau WiFi.
Di banyak wilayah seperti Uni Eropa dan Amerika Serikat, penerapan Remote ID diwajibkan karena berperan besar dalam meningkatkan keselamatan penerbangan sekaligus menekan risiko insiden di ruang udara. Dalam konteks operasional di lapangan, Remote ID menjadi fondasi utama untuk pemantauan dan pengamanan area udara.
Tanpa perangkat khusus, data Remote ID umumnya hanya dapat ditangkap dalam jarak yang sangat terbatas menggunakan ponsel biasa. Melalui penggunaan Dronetag RIDER, jangkauan deteksi menjadi lebih luas dengan penerimaan data yang lebih stabil sehingga aktivitas drone di sekitar area sensitif dapat dipantau secara lebih jelas dan andal.
Fungsi Dronetag RIDER

Fungsi utama Dronetag RIDER adalah mendeteksi drone yang memancarkan sinyal Remote ID di sekitar area pemantauan. Perangkat ini dirancang bersifat drone agnostik sehingga mampu mengenali berbagai merek populer seperti DJI, Autel, Parrot, maupun drone lain yang sudah mematuhi standar Remote ID.
Data yang diterima kemudian dikirim secara real time ke aplikasi Dronetag sehingga pengguna dapat memantau informasi penerbangan dengan mudah melalui koneksi LTE, Bluetooth, atau USB C.Selain kemampuan deteksi, Dronetag RIDER juga dilengkapi sistem peringatan langsung berupa bunyi dan indikator lampu.
Dengan adanya fitur ini, pengguna tetap bisa mengetahui keberadaan drone meski tidak terus menerus memperhatikan layar ponsel. Ketika sebuah drone terdeteksi, perangkat akan memberi sinyal sehingga langkah pengamanan atau tindakan lanjutan dapat segera dilakukan sesuai prosedur.
Baca juga: Apa Itu Drone Soccer? Ini Sejarah dan Perkembangannya
Cara Kerja dan Cara Pakai

Menggunakan Dronetag RIDER tergolong mudah karena tidak memerlukan keahlian teknis yang rumit. Perangkat cukup diisi daya menggunakan kabel USB C hingga siap digunakan lalu dinyalakan dengan menekan tombol daya. Setelah aktif, indikator lampu akan membantu menunjukkan status perangkat sehingga pengguna dapat memastikan koneksi, sinyal GNSS, dan kesiapan pemindaian sebelum digunakan di lapangan.
Selanjutnya RIDER dihubungkan dengan aplikasi Dronetag yang tersedia untuk Android, iOS, maupun versi web sehingga proses pendaftaran cukup dilakukan sekali melalui serial number dan seluruh data deteksi dapat dipantau secara real time melalui peta digital. Dalam penggunaannya di lapangan, performa dan jangkauan deteksi Dronetag RIDER dipengaruhi oleh kondisi lingkungan serta antena yang digunakan.
Pada area terbuka dengan kondisi ideal, perangkat mampu mendeteksi drone hingga jarak beberapa kilometer dan jangkauan ini dapat ditingkatkan dengan antena tambahan. Sementara itu di area perkotaan dengan banyak gangguan sinyal, jarak deteksi memang cenderung lebih pendek namun tetap memadai untuk kebutuhan operasional karena RIDER dirancang untuk memberikan pemantauan yang stabil dan berkelanjutan baik melalui mode online dengan LTE maupun mode offline saat berada di lokasi terpencil.
Kegunaan Penggunaan di Berbagai Sektor

Dronetag RIDER banyak dimanfaatkan di berbagai sektor yang membutuhkan pemantauan ruang udara secara cepat dan praktis. Instansi kepolisian menggunakannya untuk memantau aktivitas drone di sekitar acara besar atau wilayah sensitif, sementara pemadam kebakaran dan tim penyelamat terbantu karena dapat memastikan tidak ada drone sipil yang mengganggu operasi udara seperti helikopter evakuasi.
Di sektor keamanan bandara dan infrastruktur penting, perangkat ini berperan sebagai lapisan awal kesadaran situasional dengan menyediakan informasi penting agar keputusan dapat diambil lebih cepat. Bagi operator drone profesional, RIDER juga membantu menghindari potensi konflik udara ketika beberapa drone beroperasi di area yang sama.
Dari sisi keunggulan, Dronetag RIDER menonjol berkat desain yang ringkas, kemudahan penggunaan, serta kompatibilitas luas dengan standar Remote ID global. Pengguna tidak memerlukan instalasi permanen maupun pelatihan panjang untuk mulai mengoperasikannya, ditambah daya tahan baterai hingga sekitar sepuluh jam yang cukup untuk kebutuhan lapangan.
Meski begitu, penting untuk dipahami bahwa perangkat ini hanya dapat mendeteksi drone yang memancarkan Remote ID sehingga drone lama atau drone di wilayah tanpa kewajiban Remote ID tidak akan terpantau. Oleh karena itu, RIDER paling tepat diposisikan sebagai alat kesadaran situasional yang mendukung pengambilan keputusan, bukan sebagai sistem pertahanan ruang udara secara menyeluruh.
Baca juga: DJI Modify, Edit Model 3D Profesional Jadi Lebih Cepat dan Akurat!
Penutup
Sebagai penutup, Dronetag RIDER dapat diposisikan sebagai solusi praktis untuk meningkatkan kesadaran situasional terhadap aktivitas drone di berbagai kondisi operasional. Dengan desain portabel, kemudahan penggunaan, serta dukungan standar Remote ID global, perangkat ini membantu pengguna memahami apa yang terjadi di ruang udara sekitar tanpa proses yang rumit. Meski bukan sistem pertahanan penuh, keberadaannya tetap krusial sebagai alat pendukung pengambilan keputusan yang cepat dan berbasis data.
Bagi yang sedang mencari drone profesional maupun perangkat pendukung operasional drone, kebutuhan tersebut dapat dipenuhi melalui Doran Corporate. Untuk informasi produk, rekomendasi, hingga penawaran terbaik, pembelian drone dapat dilakukan dengan menghubungi tim Doran Corporate secara langsung melalui WhatsApp.

