Doran Corporate – GIS (Geographic Information System) menjadi salah satu teknologi penting dalam dunia pemetaan modern karena mampu mengolah dan menganalisis data geografis dengan lebih akurat. Penggunaan drone juga membuat proses pengambilan data lapangan jadi lebih cepat dan efisien. Kombinasi keduanya kini banyak dimanfaatkan di berbagai industri untuk kebutuhan survei dan pemetaan. Selengkapnya tentang apa itu GIS dan hubungannya dengan drone bisa Anda simak di bawah ini.
Apa Itu GIS?
Di tengah perkembangan data yang semakin besar, kebutuhan untuk memahami informasi secara visual juga ikut meningkat. Karena itu, Geographic Information System atau GIS hadir sebagai solusi untuk mengolah data berbasis lokasi menjadi informasi yang lebih mudah dipahami.
GIS merupakan sistem yang digunakan untuk mengumpulkan, mengelola, menganalisis, sekaligus menampilkan data geografis dalam bentuk peta digital sehingga pengguna bisa melihat informasi secara lebih jelas dan terstruktur. Cara kerja GIS sendiri menggabungkan data spasial dan data atribut. Data spasial berfungsi menunjukkan lokasi suatu objek di permukaan bumi, sedangkan data atribut berisi informasi tambahan mengenai objek tersebut.
Saat kedua data digabungkan, pengguna tidak hanya mengetahui posisi suatu lokasi tetapi juga memahami kondisi dan karakteristiknya. Selain digunakan untuk pemetaan, GIS juga mampu membantu menemukan pola, hubungan, hingga insight penting dari sebuah data. Dengan tampilan berbasis peta digital, proses analisis jadi lebih cepat, mudah dipahami, dan lebih efektif untuk mendukung pengambilan keputusan di berbagai bidang.
Baca juga: Apa Itu ArcGIS? Panduan Lengkap Platform GIS dari Esri dan Fitur Utamanya

Sejarah Singkat Perkembangan GIS
Perjalanan GIS dimulai dari penggunaan peta tradisional hingga berkembang menjadi sistem digital modern seperti sekarang. Salah satu contoh awal analisis spasial terjadi pada tahun 1854 ketika dokter bernama John Snow menggunakan peta untuk melacak penyebaran penyakit kolera di London. Setelah itu, perkembangan GIS semakin maju ketika Roger Tomlinson memperkenalkan sistem GIS pertama pada tahun 1963 sekaligus mengenalkan istilah Geographic Information System.
Kemajuan teknologi komputer pada era 1960-an juga membuat perkembangan GIS berjalan semakin cepat. Pada tahun 1969, Jack Dangermond mendirikan Esri yang kemudian menjadi salah satu pionir perangkat lunak GIS di dunia melalui platform ArcGIS. Seiring waktu, GIS terus berkembang berkat dukungan teknologi satelit, GPS, internet, cloud, hingga AI. Kini, GIS telah digunakan di berbagai bidang mulai dari pemerintahan, konstruksi, pertanian, transportasi, sampai kebutuhan bisnis global.
Fungsi Utama GIS dalam Pengolahan Data
Dalam penggunaannya, GIS memiliki berbagai fungsi penting yang membuat teknologi ini banyak dipakai di berbagai industri. Tidak hanya membantu pengolahan data lokasi, GIS juga mempermudah proses analisis hingga penyajian informasi agar lebih mudah dipahami. Karena itu, GIS sering dimanfaatkan untuk kebutuhan perencanaan, pemetaan, monitoring wilayah, hingga pengambilan keputusan berbasis data.
Beberapa fungsi utama GIS meliputi:
- Menyimpan dan mengelola berbagai jenis data dalam satu platform yang terintegrasi.
- Menggabungkan data dari berbagai sumber agar informasi lebih lengkap dan mudah dianalisis.
- Menampilkan data dalam bentuk peta digital, dashboard, hingga model tiga dimensi supaya visualisasi lebih jelas.
- Melakukan analisis spasial untuk melihat hubungan antar lokasi dan memahami pola tertentu.
- Membantu memprediksi kondisi atau tren berdasarkan data geografis yang dimiliki.
- Menghasilkan insight baru dari data yang sebelumnya sulit dipahami jika hanya berbentuk tabel.
- Menjadi alat komunikasi visual karena informasi pada peta lebih cepat dipahami oleh berbagai pihak.
Baca juga: Software Drone Terbaik untuk Mapping dan Pengolahan Data di 2026

Penggunaan GIS di Berbagai Industri
GIS kini digunakan di banyak industri karena mampu membantu pengolahan data berbasis lokasi dengan lebih cepat dan akurat. Dalam dunia bisnis, GIS sering dimanfaatkan untuk menentukan lokasi strategis seperti pembukaan toko baru maupun distribusi logistik dengan mempertimbangkan populasi, aksesibilitas, dan keberadaan kompetitor.
Di sektor lingkungan, teknologi ini membantu analisis perubahan iklim, pemantauan hutan, hingga konservasi ekosistem. Sementara itu dalam bidang kesehatan, GIS digunakan untuk melacak penyebaran penyakit dan mendukung pengambilan keputusan saat terjadi krisis kesehatan. Selain itu, GIS juga banyak dipakai dalam transportasi, perencanaan kota, manajemen bencana, sampai telekomunikasi, sehingga hampir semua aktivitas yang berkaitan dengan lokasi kini dapat memanfaatkan teknologi ini.
Perkembangan teknologi juga membuat GIS semakin terhubung dengan penggunaan drone dalam proses pemetaan modern. GIS berfungsi sebagai sistem untuk mengolah dan menganalisis data, sedangkan drone digunakan untuk mengambil data langsung dari lapangan melalui kamera dan sensor beresolusi tinggi.
Data hasil penerbangan kemudian diolah menjadi dataset geospasial yang dapat digunakan pada platform GIS. Kombinasi keduanya membuat proses pemetaan jadi lebih efisien karena pengumpulan data yang sebelumnya memakan waktu lama kini bisa dilakukan hanya dalam hitungan jam. Selain lebih cepat, hasil data juga lebih detail karena drone mampu terbang pada ketinggian rendah dan menjangkau area yang sulit diakses.
Cara Kerja GIS Drone Mapping
Integrasi GIS dan drone membuat proses pemetaan modern menjadi lebih cepat, akurat, dan efisien dibanding metode konvensional. Teknologi ini juga membantu pengumpulan data di area yang sulit dijangkau sekaligus meningkatkan keselamatan kerja di lapangan. Berkat kamera dan sensor beresolusi tinggi pada drone, hasil data yang diperoleh pun menjadi lebih detail untuk kebutuhan analisis spasial dan pengambilan keputusan. Agar lebih mudah dipahami, berikut alur umum cara kerja GIS drone mapping dalam proses pemetaan.
- Sesuaikan lokasi yang akan disurvei untuk menentukan area pemetaan.
- Buat rute penerbangan atau jalur drone melalui software khusus.
- Terbangkan drone dan biarkan mengikuti rute otomatis yang sudah dibuat.
- Ambil foto udara serta data sensor selama proses penerbangan.
- Simpan data koordinat secara otomatis untuk mempermudah pemetaan.
- Olah hasil penerbangan menjadi orthomosaic, peta, atau model 3D.
- Masukkan data ke sistem GIS untuk proses analisis dan visualisasi.
Baca juga: DJI Reality 3D Model: Solusi Baru untuk Visualisasi Data Drone yang Lebih Efisien
Penutup
GIS dan drone kini menjadi kombinasi teknologi yang semakin penting dalam dunia pemetaan modern. Dengan proses yang lebih cepat, data yang lebih akurat, dan analisis yang lebih detail, keduanya mampu membantu berbagai kebutuhan survei hingga pengambilan keputusan di banyak industri. Tidak heran jika penggunaan GIS drone mapping terus berkembang untuk mendukung efisiensi kerja di lapangan.
Jika Anda sedang mencari alat GIS, drone mapping, maupun perangkat pendukung survei lainnya, Anda bisa mendapatkannya di Doran Corporate. Untuk informasi produk dan konsultasi kebutuhan, Anda juga dapat langsung menghubungi admin melalui WhatsApp.

