Doran Corporate – Memilih antara DJI Power 1000 vs Power 1000 V2 bisa menjadi tantangan, terutama jika Anda mencari sumber daya portabel yang efisien untuk operasional di lapangan. Kedua produk ini hadir dengan kapasitas baterai besar dan fitur canggih, namun masing-masing memiliki keunggulan yang berbeda.Â
Untuk itu, penting bagi Anda memahami perbandingan menyeluruh antara keduanya, mulai dari performa daya, kecepatan pengisian, hingga port dan fungsi tambahan. Dengan begitu, Anda dapat menentukan power station yang paling sesuai dengan kebutuhan aktivitas outdoor maupun kebutuhan profesional Anda.
Karena kedua model menawarkan kapasitas 1024 Wh, artikel ini fokus pada perbedaan utama seperti output kontinu, pengisian baterai, jumlah port, dan fungsi tambahan. Anda pun bisa menilai aspek mana yang paling relevan berdasarkan perangkat yang sering Anda gunakan.
Output Daya: DJI Power 1000 vs Power 1000 V2

DJI Power 1000 dibekali dengan output kontinu sebesar 2200 W dan kemampuan peak hingga 2600 W. Sehingga sudah cukup untuk mengoperasikan berbagai perangkat seperti drone kelas enterprise, laptop profesional, proyektor, hingga peralatan studio ringan. Anda juga bisa menggunakan power station ini untuk mengisi daya kulkas mini, mesin kopi kecil, atau lighting portable saat di lokasi shooting atau camping.
Namun jika Anda membutuhkan output daya lebih besar dan stabil, Power 1000 V2 hadir sebagai solusi unggulan. Versi terbaru ini mampu menghasilkan output kontinu hingga 2600 W dan mendukung lonjakan daya yang lebih tinggi untuk perangkat yang memerlukan starting watt besar.
Misalnya, perangkat medis portabel, pompa air kecil, atau sistem lighting besar dalam event outdoor. Dengan peningkatan daya tersebut, Anda bisa mengoperasikan lebih banyak perangkat secara bersamaan tanpa khawatir terjadi overload. Selain itu, Power 1000 V2 juga menunjukkan efisiensi manajemen daya lebih baik saat digunakan dalam sesi panjang.
Kelebihan dari versi terbaru ini adalah mengenai sistem konversi dayanya menghasilkan panas lebih rendah sehingga risiko overheat juga berkurang. Cocok bagi Anda yang bekerja di lokasi bersuhu tinggi atau dalam kondisi non-stop operation. Karena itulah, dalam segi output daya, V2 membawa perubahan yang cukup besar.Â
Baca Juga: Spesifikasi DJI Power 1000 V2: Solusi Catu Daya Portabel untuk Profesional
Kecepatan Pengisian

Anda akan merasakan perbedaan signifikan saat mengisi ulang baterainya. DJI Power 1000 membutuhkan waktu sekitar 70 menit untuk mengisi daya penuh dari 0 hingga 100% menggunakan fast charger bawaan. Sistem pengisiannya mendukung teknologi pengisian ganda dengan daya input maksimal 1200 W, sehingga cukup ideal untuk operasional harian atau kegiatan luar ruang dengan waktu persiapan moderat.
Namun, Power 1000 V2 memberikan lompatan besar dari sisi efisiensi waktu. Dengan teknologi pengisian terbaru dari DJI, V2 mampu mengisi hingga 80% hanya dalam waktu 37 menit, dan mencapai 100% dalam 56 menit. Ini berkat kemampuan daya input hingga 1800 W, yang membuatnya jadi salah satu power station tercepat di kelasnya. Teknologi pengisian V2 juga mengoptimalkan manajemen suhu, mencegah overheat saat pengisian cepat, dan memperpanjang siklus hidup baterai.
Port dan Konektivitas: Lebih Banyak Pilihan di V2
Power 1000 menawarkan beragam port, termasuk dua port USB-C 140 W, dua USB-A, dua AC, serta port SDC dan SDC Lite. Konfigurasi ini sudah cukup kompleks dan mendukung sebagian besar perangkat Anda.
Versi V2 menambah kenyamanan dengan empat port AC (untuk wilayah tertentu) serta dua port USB-C 140 W, dua USB-A, SDC dan SDC Lite. Lebih banyak port berarti Anda dapat mengisi daya lebih banyak perangkat secara bersamaan, seperti laptop, kamera, dan drone.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Drone Inspeksi Jembatan Terbaik 2025
Fitur Tambahan: Smart BMS, Aplikasi, dan Mode UPS

Power 1000 telah mengusung sistem manajemen baterai (BMS) canggih dan mode UPS dengan kecepatan alih 0,02 detik. Model ini juga portabel dan diuji tahan hingga 4000 siklus. Ini artinya, saat listrik PLN padam, power station akan langsung mengambil alih pasokan tanpa menyebabkan gangguan operasional pada perangkat sensitif seperti komputer atau sistem komunikasi.
Sementara itu, Power 1000 V2 menambahkan fitur konektivitas aplikasi melalui DJI Home App, memungkinkan Anda mengontrol daya, memantau penggunaan, dan potong siklus baterai untuk memperpanjang umur. V2 juga mendukung pengisian lewat mobil dan panel surya hingga 1800 W untuk fleksibilitas lapangan.
| Fitur | DJI Power 1000 |
DJI Power 1000 V2
|
| Kapasitas Baterai | 1024 Wh | 1024 Wh |
| Output Kontinu | 2200 W | 2600 W |
| Peak Output | 2600 W |
Lebih tinggi & stabil
|
| Waktu Pengisian | Sekitar 70 menit (100%) |
37 menit (80%), 56 menit (100%)
|
| Port USB-C | 2x 140 W | 2x 140 W |
| Port USB-A | 2 port | 2 port |
| Port AC | 2 port |
4 port (di beberapa wilayah)
|
| Port SDC / SDC Lite | Ya | Ya |
| UPS Mode | Ya (alih 0,02 detik) | Ya |
| Kontrol via Aplikasi | Tidak tersedia |
Tersedia via DJI Home App
|
| Kompatibilitas Panel Surya | Hingga 800 W |
Hingga 1800 W
|
| Berat | Sekitar 13–14 kg | Sekitar 14,2 kg |
| Dimensi | 448 x 225 x 230 mm |
Tidak jauh berbeda
|
| Durabilitas | > 4000 siklus pengisian |
> 4000 siklus pengisian
|
Portabilitas & Ketahanan: Siapa yang Tepat Menggunakannya?

Power 1000 memiliki berat sekitar 13 – 14 kg dengan dimensi 448×225×230 mm dan tetap dirancang ringkas serta dilindungi pelindung tahan beban hingga 100 kg. Cocok untuk penggunaan lapangan dengan kendaraan atau ransel.
Power 1000 V2 sedikit lebih berat (14,2 kg), tetapi masih mudah dibawa. Performa tinggi dan durabilitas baterai (>4000 siklus) membuatnya ideal untuk pekerjaan intensif seperti fotografi, video, dan pemetaan drone di lokasi.
Jika Anda lebih sering melakukan pemetaan drone ringan, pekerjaan indoor, atau penggunaan beberapa perangkat sekaligus, Power 1000 sudah sangat memadai. Kemampuannya untuk mengisi cepat dan port yang variatif sudah sangat baik.
Namun, jika kecepatan pengisian, output daya maksimal, dan manajemen cerdas menjadi prioritas, maka Power 1000 V2 harus menjadi pilihan. Fitur tambahan seperti pengisian ekstra cepat, aplikasi remote, dan kemampuan multi-port AC memberi Anda keunggulan operasional di lapangan.
Baca Juga: 7 Rekomendasi Drone Night Vision, Hasil Gambar Tetap Jernih di Malam Hari
Penutup
DJI Power 1000 vs Power 1000 V2 mengedepankan dua strategi yaitu kombinasi daya besar dan portabilitas. Power 1000 cocok jika Anda mencari tenaga handal dengan harga lebih terjangkau. Sementara Power 1000 V2 menyediakan peningkatan signifikan di segi kecepatan, konektivitas, dan kapasitas output.
Silakan pilih berdasarkan kebutuhan mendasar Anda. Apakah Anda lebih mengutamakan efisiensi waktu, fleksibilitas port, atau kecepatan pengisian. Untuk mendapatkan solusi paling sesuai, termasuk konsultasi pengadaan dan support teknis, Anda bisa hubungi Doran Corporate sekarang dan temukan power station ideal untuk operasi lapangan Anda.

