• Home
  • Blog
  • Banyak yang Salah! Begini Cara Memilih Portable Power Station yang Benar

Banyak yang Salah! Begini Cara Memilih Portable Power Station yang Benar

Cara Memilih Portable Power Station 

Doran Corporate – Di era modern saat ini, kebutuhan akan sumber energi yang praktis menjadi semakin penting, terutama saat berada di luar ruangan atau menghadapi situasi darurat. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui cara memilih portable power station yang tepat agar perangkat Anda tetap terisi daya kapanpun dan dimanapun. 

Portable power station atau pembangkit listrik portabel kini menjadi solusi ideal untuk berbagai kebutuhan, baik di dalam rumah maupun saat aktivitas outdoor. Dalam artikel berikut ini, kami akan mengulas beberapa hal yang perlu dipertimbangkan sebelum Anda membelinya. Mari kita simak selengkapnya di artikel berikut!

Cara Memilih Portable Power Station 

Cara Memilih Portable Power Station 
sc: JETE

Saat memilih portable power station, jangan asal membelinya karena harga yang murah atau desain yang menarik. Anda perlu mempertimbangkan beberapa faktor penting yang dapat memengaruhi performa dan kenyamanan penggunaan. Berikut adalah beberapa cara memilih portable power station yang perlu Anda ketahui.

1. Hitung Kebutuhan Daya Total

Cara memilih portable power station yang pertama adalah menghitung kebutuhan daya total yang akan Anda gunakan. Hal ini menjadi langkah penting agar tidak salah pilih kapasitas dan perangkat bisa digunakan dengan aman.

Caranya cukup mudah, Anda bisa membuat daftar semua perangkat elektronik yang akan dipakai. Catat berapa konsumsi daya masing-masing perangkat dalam satuan watt. Setelah itu, jumlahkan totalnya dan kalikan dengan durasi pemakaian.

Sebagai contoh, jika laptop yang Anda gunakan membutuhkan 60 watt dan dipakai selama 5 jam dalam sehari. Maka Anda membutuhkan kapasitas minimum dengan perhitungan 60 watt × 5 jam = 300 watt – hour (Wh).

Baca juga: Spesifikasi Power Station JETE PS800: Solusi Energi Tangguh untuk Mobilitas Tinggi

2. Cek Kapasitas Daya Power Station

Selanjutnya adalah mengecek kapasitas daya portable power station. Kapasitas ini menunjukkan seberapa banyak energi yang bisa disimpan dalam perangkat. Semakin besar angkanya, maka semakin lama juga Anda bisa menggunakan perangkat elektronik.

Akan tetapi, kapasitas besar juga berarti ukuran alatnya lebih besar sehingga waktu pengisiannyapun lebih lama. Itulah mengapa, Anda perlu menyesuaikannya dengan kebutuhan. Sebagai rekomendasi, Anda bisa mencari portable power station dengan kapasitas 10–25% lebih besar dari total yang dibutuhkan. 

Jika Anda hanya ingin mengisi smartphone, smartwatch, atau menyalakan lampu LED, maka power station dengan kapasitas di bawah 150 Wh sudah cukup. Namun, untuk kebutuhan yang lebih berat seperti menghidupkan laptop, kipas, hingga peralatan lainnya, maka disarankan untuk memilih kapasitas antara 500–2000 Wh.

3. Pastikan Output Daya Sesuai

Setelah menentukan kapasitas daya yang sesuai, langkah berikutnya adalah memastikan output daya cukup dengan perangkat yang akan digunakan. Output daya portable power station diukur dalam satuan watt untuk menentukan seberapa besar daya yang bisa disalurkan ke perangkat secara bersamaan.

Misalnya, jika Anda menggunakan perangkat dengan konsumsi tinggi, pastikan power station memiliki output minimal yang sama atau lebih tinggi dari kebutuhan perangkat tersebut. Umumnya, output daya pada portable power station berkisar antara 100W – 1000W.

Selain itu, cek juga output daya di masing-masing port. Karena beberapa power station memiliki port dengan output berbeda. Misalnya, port USB biasanya memiliki daya lebih kecil dibandingkan port AC. Jadi, pastikan Anda mengetahui port mana yang cocok untuk setiap perangkat agar semuanya berjalan dengan aman.

4. Perhatikan Jenis Baterainya

Cara memilih portable power station berikutnya adalah memperhatikan jenis baterai yang digunakan. Meskipun sering dianggap sepele, jenis baterai sangat memengaruhi daya tahan, keamanan, dan performa jangka panjang dari power station yang Anda pilih.

Ada beberapa jenis baterai yang umum digunakan dalam portable power station:

  • Lithium-ion (Li-ion): Bobotnya ringan dan memiliki kapasitas tinggi sehingga cocok untuk penggunaan umum karena efisien dan mudah dibawa.
  • Lithium Iron Phosphate (LiFePO4): Lebih tahan lama dan aman digunakan, bahkan bisa bertahan hingga 2.000–3.000 siklus pengisian. namun, ukurannya bisa lebih berat dibanding Li-ion.
  • Lead-acid: Harganya memang lebih murah, tapi baterai ini lebih berat, cepat aus, dan kapasitasnya rendah. Sehingga kurang cocok untuk kebutuhan jangka panjang.

Dari semua pilihan di atas, LiFePO4 adalah jenis baterai yang paling direkomendasikan karena menawarkan umur pakai yang panjang dan tingkat keamanan yang lebih tinggi. Tapi jika Anda mencari power station yang ringan dan tetap efisien, maka baterai Lithium-ion juga masih menjadi pilihan umum yang layak dipertimbangkan.

Baca juga: Spesifikasi Power Station JETE PS1200: Andalan Saat Listrik Padam

Cara Memilih Portable Power Station
sc: JETE

5. Utamakan Portabilitas 

Langkah berikutnya adalah mengutamakan portabilitas yang mendukung pengisian perangkat Anda. Portable power station yang baik harus memiliki ukuran dan berat yang mudah dibawa, terlebih jika Anda sering bepergian atau melakukan aktivitas outdoor seperti camping dan travelling.

Power station dengan port yang lengkap dapat membantu Anda untuk mengisi daya beberapa perangkat sekaligus dengan mudah. Itulah mengapa, penting bagi Anda untuk memperhatikan jumlah dan jenis port yang tersedia. Idealnya, power station dilengkapi berbagai port seperti:

  • AC Outlet: Untuk perangkat berdaya besar seperti laptop atau peralatan dapur kecil.
  • USB-A dan USB-C: Untuk mengisi daya ponsel, tablet, dan perangkat lainnya.
  • Port DC: Untuk kipas mini atau lampu LED.
  • Port pengisian mobil (12V): Untuk keperluan darurat saat di perjalanan.

6. Cek Fitur Tambahan Lainnya

Selain portabilitas, Anda juga perlu memperhatikan fitur tambahan lainnya yang bisa meningkatkan kenyamanan, efisiensi, dan keamanan saat menggunakan portable power station. Fitur-fitur ini memang sering kali dianggap bonus, tapi justru sangat penting untuk mendukung penggunaan jangka panjang dan berbagai situasi darurat.

Beberapa fitur penting yang wajib dipertimbangkan antara lain:

  • Sistem Manajemen Baterai (BMS): Melindungi perangkat dari overcharging, overheating, dan korsleting agar baterai lebih awet dan aman.
  • Inverter Pure Sine Wave: Menghasilkan daya yang bersih dan stabil, cocok untuk perangkat elektronik sensitif seperti laptop atau peralatan medis.
  • Layar LCD: Memberikan informasi real time mengenai kapasitas baterai, input/output daya, hingga status pengisian.
  • Pass through Charging: Berguna untuk mengisi perangkat lain dengan tetap mengisi portable power station.

Selain itu, penting juga untuk memilih power station yang mendukung berbagai metode pengisian, seperti:

  • Colokan listrik rumah (AC) untuk pengisian cepat dan praktis.
  • Panel surya untuk aktivitas outdoor atau tempat terpencil.
  • Port mobil 12V yang berguna saat Anda bepergian jauh.

Baca juga: Butuh Listrik Cadangan? Intip Spesifikasi Power Station JETE PS2400 Berikut!

Cara Memilih Portable Power Station 
sc: JETE

7. Bandingkan Beberapa Model

Membandingkan model power station dengan beberapa model lain juga menjadi salah satu cara memilih portable power station yang bisa Anda coba. Jangan langsung tergiur dengan satu produk saja. Luangkan waktu untuk melakukan riset dan cari tahu berbagai pilihan yang tersedia di pasaran. 

Bandingkan spesifikasinya mulai dari kapasitas daya, jenis port, fitur tambahan, hingga desainnya. Misalnya, Anda bisa mencari beberapa model dari merek JETE yang menawarkan berbagai pilihan portable power station untuk berbagai kebutuhan.

Selain spesifikasi, perhatikan juga ulasan dari pengguna lain untuk memberikan gambaran nyata tentang kelebihan dan kekurangan masing-masing produk. Jangan lupa cek juga layanan purna jual dan masa garansi yang ditawarkan oleh produsen. 

8. Sesuaikan dengan Anggaran

Cara memilih portable power station yang terakhir adalah menyesuaikannya dengan anggaran yang Anda miliki. Meskipun spesifikasinya sudah sesuai kebutuhan, tetap penting untuk memastikan harganya pas di kantong.

Harga portable power station sangat bervariasi tergantung dari kapasitas baterai, daya output, dan fitur tambahannya. Jika budget terbatas, Anda tidak perlu langsung memilih yang paling canggih. Mulailah dari model dengan kapasitas kecil dan fitur sederhana karena yang terpenting adalah sesuai dengan kebutuhan dasar Anda.

Selain harga beli, pertimbangkan juga biaya perawatan jangka panjang termasuk kemungkinan penggantian baterai. Beberapa model memang menyediakan baterai yang bisa diganti, tapi harganya biasanya lebih tinggi. Di sisi lain, ada juga power station yang lebih terjangkau dan minim perawatan sehingga cocok untuk penggunaan ringan.

Baca juga: Spesifikasi Power Station JETE PS1200: Andalan Saat Listrik Padam

Penutup

Setidaknya itulah beberapa hal penting yang perlu Anda perhatikan dalam memilih portable power station yang tepat. Dengan memahami beberapa cara memilih portable power station di atas , Anda bisa mendapatkan perangkat yang benar-benar sesuai dengan aktivitas dan kebutuhan sehari-hari.

Jika Anda sedang mencari portable power station berkualitas dengan berbagai pilihan kapasitas dan fitur, Doran Corporate menyediakan produk-produk terbaik dari merek ternama seperti JETE. Kunjungi Doran Corporate sekarang dan temukan portable power station yang sesuai dengan kebutuhan Anda!

Artikel Terkait:

December 2, 2025

November 29, 2025

November 25, 2025

November 15, 2025

November 3, 2025

October 30, 2025