Penelitian Garmin, Orang Indonesia Punya Tingkat Stres Tinggi

Penelitian Garmin

Doran.id – Beberapa waktu belakangan, Garmin melakukan penelitian mengenai data kesehatan dari para penggunanya. Khususnya pengguna smartwatch di berbagai seri. Penelitian yang dilakukan dari bulan Januari hingga September 2021 ini menitikberatkan pada kondisi kesehatan pengguna secara realtime dari tingkat stres, saturasi oksigen, hingga pelacakan hidrasi.

Dari data pengguna Garmin yang dikumpulkan secara anonim ini, tujuannya adalah untuk penelitian lebih lanjut dalam hal dampak kesehatan. Data tersebut juga menunjukkan bahwa pengguna Garmin di tiap negara Asia memiliki rata-rata aktivitas fisik dalam kurun waktu mingguan yang cukup baik. Begitu juga dalam indikator kalori aktif maupun kalori istirahat yang lebih besar.

Baca Juga : Pentingnya Keseimbangan bagi Pelari.

Laporan juga menyebutkan bahwa kalori istirahat dari pengguna Garmin baik pria maupun wanita di Asia mengalami penurunan secara signifikan pada usia di atas 55 tahun. Adapun secara keseluruhan, penelitian Garmin ini menemukan tiga temuan yang perlu diperhatikan.

Metabolisme Tubuh Wajib Diperhatikan Saat Masuk Usia 55 Tahun ke Atas.

Penelitian Garmin menemukan fakta mengenai pengaruh metabolisme terhadap usia seseorang. Hasil yang diperoleh dari penelitian menunjukkan bawa tiga negara memiliki rata-rata kalori istirahat cukup besar. Pertama ada India dengan tingkat 2.490 Kal. Tempat kedua adalah Korea Selatan yang memiliki kalori istirahat rata-rata pengguna Garmin 2.451. Ketiga yakni Hongkong dengan rata-rata 2.402 Kal.

Di sisi lain, kalori istirahat terendah ditempati oleh Thailand dengan 2.207 Kal kemudian Jepang sebanyak 2.232 Kal, dan Vietnam 2.28 Kal. Data yang diperoleh juga menunjukkan bahwa kalori istirahat akan menurun seiring bertambahnya usia seseorang. Terutama bagi seseorang dengan usia di atas 55 tahun.

Terjadi Penurunan Tingkat Aktivitas di Kawasan Asia Tahun 2021, Indonesia Terendah

Selanjutnya, data merekam adanya penurunan tingkat aktivitas masyarakat di Asia pada tahun 2021. Terutama mengenai intensitas menit dalam kurun waktu mingguan. Intensitas menit tinggi, nantinya akan berpengaruh terhadap tingginya kalori istirahat. Tren yang terjadi di Asia ialah, menit intensitas rata-rata mingguan populasi berusia lanjut (tua) lebih tinggi dibandingkan populasi muda.

Baca Juga : 8 Fitur yang Diharapkan Pada Garmin Fenix 7

Dari situ, dapat disimpulkan bila pengguna yang masuk kategori tua akan menginvestasikan waktu untuk berolahraga dengan teratur tiap minggu. Di sini terlihat intensitas mingguan pria lebih panjang, khususnya di rentang usia 46-55 tahun. Namun, di Indonesia, pengguna wanita memiliki menit intensitas rata-rata lebih tinggi 36% dari pengguna pria.

Tingkat Stres di Indonesia Tertinggi di Asia

Hasil yang mengejutkan dari penelitian tersebut menyebutkan jika tingkat stres masyarakat Indonesia adalah yang tertinggi di Asia. Disusul kemudian oleh Filipina di tempat kedua, dan di tempat ketiga adalah Malaysia. Dari indikator jenis kelamin, pengguna pria memang lebih tinggi memiliki tingkat stres dibanding wanita. Sementara, dari segi usia yang paling rentan dan tertinggi mengalami stres dialami oleh pria pada usia 26-45 tahun.

One thought on “Penelitian Garmin, Orang Indonesia Punya Tingkat Stres Tinggi

  1. Pingback: Kelola Stres, Lakukan Sesegera Mungkin ! | Garmin Authorized Dealer

Leave a Reply

× Whatsapp